Bawinda Sri Lestari
Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Loneliness dengan fear of missing out (fomo) pada generasi z perantau Sisca Sintia Audria; Bawinda Sri Lestari; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to examine the relationship between loneliness and Fear of Missing Out (FOMO) among migrant Generation Z individuals. The study involved 140 Generation Z participants who were born between 2000-2012 and had migrant status in Surabaya. Data were collected using the UCLA Loneliness Scale and a Fear of Missing Out (FOMO) scale developed by the researcher based on relevant indicators. Data analysis using Spearman’s rho correlation yielded a correlation coefficient of r = 0.855 with a significance value of p = 0.000, indicating a positive and significant relationship between loneliness and Fear of Missing Out (FOMO). This finding suggests that higher levels of loneliness are associated with higher levels of Fear of Missing Out (FOMO) among migrant Generation Z individuals in Surabaya. Conversely, lower levels of loneliness are associated with lower levels of Fear of Missing Out (FOMO) among migrant Generation Z individuals in Surabaya. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Loneliness dengan Fear Of Missing Out (FOMO) pada generasi Z perantau. . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian berjumlah generasi Z yang kelahiran tahun 2000-2012 dan berstatus perantau di Surabaya. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala UCLA Loneliness Scale dan skala Fear Of Missing Out (FOMO) yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan indikator. Analisis pada penelitian menggunakan korelasi Spearman’s rho menghasilkan nilai koefisien r = 0,855 dengan signifikansi p = 0,000 yang menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara Loneliness dengan Fear Of Missing Out (FOMO). Artinya, semakin tinggi loneliness maka semakin tinggi Fear Of Missing Out (FOMO) pada generasi Z perantau di Surabaya. Sebaliknya, semakin rendah loneliness maka semakin rendah Fear Of Missing Out (FOMO) pada generasi Z perantau di Surabaya.
Homesickness pada mahasiswa rantau: apakah dipengaruhi kesepian? Diva Sandrina Tunggal Dewi; Bawinda Sri Lestari; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study is entitled “The Relationship between Loneliness and Homesickness among Migrant Students in Surabaya City.” The purpose of this study was to examine the relationship between loneliness and homesickness among migrant students who are pursuing higher education in Surabaya City. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research participants consisted of 107 migrant students selected using an accidental sampling technique, with the criteria of students originating from outside the region and currently studying at higher education institutions in Surabaya. The instruments used in this study were a loneliness scale and a homesickness scale, both of which had passed validity and reliability testing. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of IBM SPSS Statistics version 26, following prerequisite tests including normality and linearity tests. The results showed a positive and significant relationship between loneliness and homesickness, with a correlation coefficient of r = 0.793 and a significance value of p = 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that higher levels of loneliness are associated with higher levels of homesickness among migrant students, and conversely, lower levels of loneliness are associated with lower levels of homesickness. Abstrak Penelitian ini berjudul “Hubungan antara Kesepian dengan Homesickness pada Mahasiswa Rantau di Kota Surabaya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan homesickness pada mahasiswa rantau yang menempuh pendidikan perguruan tinggi di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Subjek penelitian berjumlah 107 mahasiswa rantau yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan kriteria mahasiswa yang berasal dari luar daerah dan sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Kota Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesepian dan skala homesickness yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program IBM SPSS versi 26.0, setelah terlebih dahulu memenuhi uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji linieritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian dan homesickness dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,793 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami mahasiswa rantau, maka semakin tinggi pula tingkat homesickness yang dirasakan, dan sebaliknya.