Herlan Pratikto
Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Academic dishonesty pada mahasiswa: peran achievement pressure dan moderasi religiusitas Christy Maharani Mamuko; Mamang Efendy; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Academic dishonesty is a form of ethical violation in education that frequently occurs among university students. This study aims to examine the effect of achievement pressure on academic dishonesty and the role of religiosity as a moderating variable in this relationship. This study employed a quantitative approach with a correlational method. The participants were 350 active university students domiciled in Surabaya. The results showed a positive and significant effect of achievement pressure on academic dishonesty behavior (β = 0.74697; p < 0.001). Religiosity had a negative and significant effect on academic dishonesty (β = -0.18762; p < 0.001), indicating that higher levels of religiosity were associated with a lower tendency to engage in academic dishonesty. However, the interaction analysis showed that religiosity did not moderate the relationship between achievement pressure and academic dishonesty (β = -0.000159; p = 0.608). These findings imply that efforts to reduce academic dishonesty should not only focus on strengthening students’ religiosity, but also on managing achievement pressure through supportive academic environments, fair evaluation systems, and educational programs that promote academic integrity. Abstrak Perilaku ketidakjujuran akademik merupakan salah satu bentuk pelanggaran etika dalam dunia pendidikan yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh achievement pressure terhadap academic dishonesty, serta peran religiusitas sebagai variabel moderator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 350 mahasiswa aktif yang berdomisili di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan prestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku ketidakjujuran akademik (β = 0,74697; p < 0,001). Sementara itu, religiusitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketidakjujuran akademik (β = -0,18762; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat religiusitas, semakin rendah kecenderungan mahasiswa untuk melakukan ketidakjujuran akademik. Namun, hasil analisis interaksi menunjukkan bahwa religiusitas tidak memoderasi hubungan antara tekanan prestasi dan ketidakjujuran akademik (β = -0,000159; p = 0,608). Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya untuk menurunkan ketidakjujuran akademik tidak hanya perlu difokuskan pada penguatan religiusitas mahasiswa, tetapi juga pada pengelolaan tekanan prestasi melalui lingkungan akademik yang suportif, sistem evaluasi yang adil, serta program pendidikan yang menekankan pentingnya integritas akademik.
Grit dan resiliensi akademik pada siswa sekolah menengah atas di surabaya Nataniel Wellem Tabalena; Suhadianto; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between grit and academic resilience in high school students in Surabaya. The problem in this study focuses on the extent to which students' perseverance and consistency (grit) affect their ability to bounce back from academic pressure (academic resilience). This study uses a quantitative approach with a correlational design. The participant selection technique used is incidental sampling or accidental sampling with a total of 290 high school students from various regions in Surabaya. The research instruments consist of a Grit scale and an Academic Resilience scale. The assumption test results show that the data is not normally distributed, so data analysis is performed using Spearman's Rho correlation technique. Based on the analysis results, a correlation value of r = 0.542 with a significance of p = 0.000 (p < 0.05) was obtained, indicating a positive and highly significant relationship between Grit and academic resilience. The effective contribution of Grit to academic resilience was 29%. This means that the higher the perseverance and consistency of students, the higher their ability to cope with academic pressure. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Grit dengan resiliensi akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada sejauh mana ketekunan dan konsistensi siswa (Grit) berpengaruh terhadap kemampuan mereka untuk bangkit dari tekanan akademik (resiliensi akademik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan partisipan yang digunakan adalah insidental sampling atau accidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 290 siswa SMA dari berbagai daerah di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri atas skala Grit serta skala Resiliensi Akademik. Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai korelasi sebesar r = 0,542 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan hubungan positif dan sangat signifikan antara Grit dan resiliensi akademik. Sumbangan efektif yang diberikan Grit terhadap resiliensi akademik sebesar 29%. Artinya, semakin tinggi ketekunan dan konsistensi siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka untuk bertahan menghadapi tekanan akademik.
Loneliness dengan fear of missing out (fomo) pada generasi z perantau Sisca Sintia Audria; Bawinda Sri Lestari; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to examine the relationship between loneliness and Fear of Missing Out (FOMO) among migrant Generation Z individuals. The study involved 140 Generation Z participants who were born between 2000-2012 and had migrant status in Surabaya. Data were collected using the UCLA Loneliness Scale and a Fear of Missing Out (FOMO) scale developed by the researcher based on relevant indicators. Data analysis using Spearman’s rho correlation yielded a correlation coefficient of r = 0.855 with a significance value of p = 0.000, indicating a positive and significant relationship between loneliness and Fear of Missing Out (FOMO). This finding suggests that higher levels of loneliness are associated with higher levels of Fear of Missing Out (FOMO) among migrant Generation Z individuals in Surabaya. Conversely, lower levels of loneliness are associated with lower levels of Fear of Missing Out (FOMO) among migrant Generation Z individuals in Surabaya. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Loneliness dengan Fear Of Missing Out (FOMO) pada generasi Z perantau. . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian berjumlah generasi Z yang kelahiran tahun 2000-2012 dan berstatus perantau di Surabaya. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala UCLA Loneliness Scale dan skala Fear Of Missing Out (FOMO) yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan indikator. Analisis pada penelitian menggunakan korelasi Spearman’s rho menghasilkan nilai koefisien r = 0,855 dengan signifikansi p = 0,000 yang menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara Loneliness dengan Fear Of Missing Out (FOMO). Artinya, semakin tinggi loneliness maka semakin tinggi Fear Of Missing Out (FOMO) pada generasi Z perantau di Surabaya. Sebaliknya, semakin rendah loneliness maka semakin rendah Fear Of Missing Out (FOMO) pada generasi Z perantau di Surabaya.
Homesickness pada mahasiswa rantau: apakah dipengaruhi kesepian? Diva Sandrina Tunggal Dewi; Bawinda Sri Lestari; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study is entitled “The Relationship between Loneliness and Homesickness among Migrant Students in Surabaya City.” The purpose of this study was to examine the relationship between loneliness and homesickness among migrant students who are pursuing higher education in Surabaya City. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research participants consisted of 107 migrant students selected using an accidental sampling technique, with the criteria of students originating from outside the region and currently studying at higher education institutions in Surabaya. The instruments used in this study were a loneliness scale and a homesickness scale, both of which had passed validity and reliability testing. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of IBM SPSS Statistics version 26, following prerequisite tests including normality and linearity tests. The results showed a positive and significant relationship between loneliness and homesickness, with a correlation coefficient of r = 0.793 and a significance value of p = 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that higher levels of loneliness are associated with higher levels of homesickness among migrant students, and conversely, lower levels of loneliness are associated with lower levels of homesickness. Abstrak Penelitian ini berjudul “Hubungan antara Kesepian dengan Homesickness pada Mahasiswa Rantau di Kota Surabaya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan homesickness pada mahasiswa rantau yang menempuh pendidikan perguruan tinggi di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Subjek penelitian berjumlah 107 mahasiswa rantau yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan kriteria mahasiswa yang berasal dari luar daerah dan sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Kota Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesepian dan skala homesickness yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program IBM SPSS versi 26.0, setelah terlebih dahulu memenuhi uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji linieritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian dan homesickness dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,793 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami mahasiswa rantau, maka semakin tinggi pula tingkat homesickness yang dirasakan, dan sebaliknya.