Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Aparatur Sipil Negara Sebagai Pelayanan Publik Berbasis HAM di Kabupaten Soppeng dan Wajo Randiawan Randiawan; M Yunasri Ridhoh; Andi Supratman; Fediyatun Muntazarah; Muh Rasyid Ridha; Zulaikha Tri Astuti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v1i6.1676

Abstract

Penguatan kapasitas aparatur sipil negara sebagai pelayan publik yang menerapkan prinsip-prinsip hak asasi manusia sangat penting dan merupakan salah satu bentuk pemajuan hak asasi manusia di lingkungan birokrasi pemerintahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipatif-edukatif sebagai salah satu bentuk penguatan hak asasi manusia dalam pelayanan publik melalui pendekatan di Kabupaten Soppeng dan Wajo, Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia, memperluas peran serta masyarakat, dan menciptakan ruang dialog kolaboratif antara pemerintah dan warga negara. Melalui forum diskusi, pendidikan kontekstual, dan penguatan mekanisme pengaduan, telah terjadi perubahan signifikan dalam sikap ASN dan budaya organisasi menuju pelayanan yang lebih inklusif, nondiskriminatif, dan berorientasi pada martabat manusia. Pendekatan partisipatif memberikan ruang bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan, untuk berperan aktif dalam peningkatan pelayanan, sedangkan dimensi edukatif memperkuat pemahaman ASN dan warga negara tentang hak dan kewajiban dalam pelayanan publik. Nilai-nilai budaya Bugis, yaitu sipakatau, sipakale'bi, dan sipakainge', membentuk landasan etika yang sejalan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih egaliter dan setara antara negara dan warga negaranya.
Peduli Kemanusiaan: Dialog sebagai upaya Edukasi Sosial dan Penguatan Empati Masyarakat Randiawan Randiawan; Winda Nurul Annisa; Zulaikha Tri Astuti; Mustaring Mustaring; Andi Supratman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i2.2046

Abstract

Krisis kemanusiaan yang ditandai oleh meningkatnya kerentanan sosial, bencana, kemiskinan, dan degradasi lingkungan menuntut penguatan empati dan kepedulian sosial masyarakat. Namun, kepedulian tersebut sering kali bersifat situasional dan belum terinternalisasi secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat empati dan kepedulian kemanusiaan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan melalui dialog sebagai sarana edukasi sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif–edukatif dengan melibatkan organisasi/komunitas di Sulawesi Selatan sebagai subjek aktif dalam proses dialog, refleksi pengalaman, dan diskusi isu-isu kemanusiaan yang kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dialog kemanusiaan mampu meningkatkan kesadaran sosial, memperluas pemahaman masyarakat terhadap isu pendidikan, bencana, lingkungan, dan kemiskinan, serta menumbuhkan empati yang lebih reflektif dan kolektif. Integrasi nilai-nilai sosial dan budaya lokal turut memperkuat efektivitas dialog dalam membangun solidaritas sosial. Kesimpulannya, dialog sebagai pendekatan edukasi sosial terbukti efektif dalam mentransformasi kepedulian kemanusiaan masyarakat dari yang bersifat reaktif menjadi kesadaran etis yang berkelanjutan, sehingga relevan dijadikan model pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai dan partisipasi.