Krisis kemanusiaan yang ditandai oleh meningkatnya kerentanan sosial, bencana, kemiskinan, dan degradasi lingkungan menuntut penguatan empati dan kepedulian sosial masyarakat. Namun, kepedulian tersebut sering kali bersifat situasional dan belum terinternalisasi secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat empati dan kepedulian kemanusiaan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan melalui dialog sebagai sarana edukasi sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif–edukatif dengan melibatkan organisasi/komunitas di Sulawesi Selatan sebagai subjek aktif dalam proses dialog, refleksi pengalaman, dan diskusi isu-isu kemanusiaan yang kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dialog kemanusiaan mampu meningkatkan kesadaran sosial, memperluas pemahaman masyarakat terhadap isu pendidikan, bencana, lingkungan, dan kemiskinan, serta menumbuhkan empati yang lebih reflektif dan kolektif. Integrasi nilai-nilai sosial dan budaya lokal turut memperkuat efektivitas dialog dalam membangun solidaritas sosial. Kesimpulannya, dialog sebagai pendekatan edukasi sosial terbukti efektif dalam mentransformasi kepedulian kemanusiaan masyarakat dari yang bersifat reaktif menjadi kesadaran etis yang berkelanjutan, sehingga relevan dijadikan model pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai dan partisipasi.
Copyrights © 2026