p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi yang Efektif untuk Meningkatkan Keterampilan Listening Bahasa Inggris pada Mahasiswa Cantika Ramdini; Mega Febriani Sya
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22705

Abstract

Banyaknya mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami ucapan atau kalimat lisan dalam bahasa Inggris. Banyak mahasiswa gagal memahami percakapan verbal dalam Bahasa Inggris, yang menandakan bahwa keterampilan mendengarkan (listening skill) mereka masih berada pada tingkat yang sangat rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengidentifikasi strategi yang efektif dalam meningkatkan keterampilan listening bahasa Inggris pada pembelajar, khususnya di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dengan dua mahasiswa dan studi pustaka. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk memahami peristiwa yang dialami subjek penelitian. Peneliti juga meninjau berbagai sumber pustaka berupa jurnal, artikel ilmiah yang membahas strategi listening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media autentik seperti film, YouTube, podcast, dan lagu menjadi strategi utama yang dianggap paling efektif. Mahasiswa juga mengombinasikan strategi metakognitif seperti mencatat poin penting, mengulang audio, dan memonitor pemahaman. Media autentik dinilai lebih relevan dibandingkan materi buku teks karena menyediakan konteks komunikasi nyata. Kendala utama yang ditemukan berkaitan dengan aksen, kecepatan bicara, dan kosakata baru. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah responden yang sedikit sehingga temuan belum dapat digeneralisasi.
Membangun Keberanian, Keadilan, dan Empati: Desain Pembelajaran Seni Berbasis Latihan Bertahap, Rotasi Alat dan Kritik Santun Muhammad Wildanul Mukhtar Arrosyidi; Cantika Ramdini
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 9 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i9.25122

Abstract

Mata pelajaran seni budaya di sekolah masih menghadapi beberapa masalah yang cukup besar dan berpengaruh pada proses belajar. Pertama, banyak siswa kurang berani tampil di depan kelas karena tidak ada persiapan mental dan latihan bertahap untuk membangun rasa percaya diri. Guru sering langsung meminta siswa tampil sendiri tanpa pemanasan atau pilihan lain, sehingga siswa yang pemalu merasa tertekan. Kedua, fasilitas dan alat praktik seni terbatas, sehingga hanya sebagian siswa yang bisa menggunakannya. Kondisi ini makin berat karena tidak ada sistem bergantian dalam penggunaan alat dan perawatan juga kurang, sehingga akses belajar seni jadi tidak merata. Ketiga, budaya kritik di kelas sering tidak sehat, bahkan berubah jadi ejekan atau bullying. Hal ini terjadi karena guru belum memberi contoh cara mengkritik yang baik dan sekolah belum punya aturan serta konsekuensi yang jelas. Penilaian dilakukan secara formatif melalui observasi partisipasi, daftar cek latihan, refleksi singkat, lembar respon apresiasi, dan catatan interaksi antar siswa. Dengan pendekatan yang partisipatif, bertahap, dan adil, pembelajaran seni tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membentuk karakter percaya diri, kerja sama, dan empati, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan. Penulisan rancangan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data dari telaah artikel-artikel relevan. Metode ini membantu peneliti menggambarkan secara mendalam dinamika pembelajaran, persepsi siswa terhadap keberanian tampil, efektivitas sistem rotasi alat, serta praktik budaya kritik. Sebagai solusi, dibuatlah model pembelajaran baru yang berlandaskan prinsip Teaching at the Right Level dan Positive Classroom Culture. Model ini punya tiga fokus utama: (1) meningkatkan percaya diri siswa lewat latihan bertahap dan memberi kebebasan memilih bentuk penampilan sesuai kenyamanan; (2) mengatasi keterbatasan alat dengan sistem rotasi kelompok yang teratur serta memanfaatkan media sederhana seperti tepuk tangan, meja, atau botol; dan (3) menumbuhkan budaya apresiasi dan kritik santun dengan panduan kalimat positif, keteladanan guru, serta aturan sekolah yang melarang ejekan dengan konsekuensi mendidik.
Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Mengatasi Kesulitan Menulis, Apresiasi Sastra dan Keterampilan Berbicara Siswa Cantika Ramdini; Muhammad Wildanul Mukhtar Arrosyidi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 9 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i9.25154

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih menghadapi tiga tantangan utama, yaitu kesulitan menulis (terkait ide, struktur dan ejaan), rendahnya apresiasi sastra (minat baca dan pemaknaan teks), serta keterampilan berbicara yang belum optimal (kepercayaan diri dan penguasaan diksi). Kondisi ini menuntut strategi pembelajaran yang tepat dan berbasis bukti. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti jurnal terakreditasi, buku referensi, dan prosiding seminar nasional yang diterbitkan pada rentang tahun –. Analisis dilakukan dengan teknik content analysis menggunakan model deskriptif-komparatif untuk menemukan pola strategi yang efektif. Kajian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan menulis dapat diminimalisasi melalui writing workshop dan penggunaan peta pikiran yang meningkatkan kualitas karangan hingga 35%; (2) apresiasi sastra berkembang melalui strategi reader response dan pembelajaran berbasis proyek, misalnya pembuatan video resensi puisi; (3) keterampilan berbicara meningkat dengan metode debat, bermain peran, serta presentasi berpasangan yang menurunkan kecemasan berbicara. Pembahasan menegaskan bahwa strategi terpadu yang mengintegrasikan menulis, sastra, dan berbicara secara siklis lebih efektif dibandingkan pendekatan parsial. Strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang holistik, berpusat pada siswa, serta didukung media digital dan latihan terbimbing terbukti efektif dalam mengatasi kesulitan menulis, apresiasi sastra, dan keterampilan berbicara. Kajian ini merekomendasikan penelitian tindakan kelas untuk implementasi langsung di ruang belajar.