Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi desainer grafis terhadap design brief klien dalam perancangan desain cover buku di Penerbit Amerta Media Purwokerto. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif kualitatif. Analisis menggunakan teori Stimulus–Organism–Response (S-O-R) Carl I. Hovland (1953), dengan design brief sebagai stimulus, desainer grafis sebagai organism, dan keputusan serta tindakan dalam proses perancangan sebagai response. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas desainer cover buku dan direktur operasional Penerbit Amerta Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa design brief dipersepsikan sebagai sumber informasi utama sekaligus media komunikasi yang menjadi dasar penentuan arah perancangan cover. Proses persepsi berlangsung melalui perhatian, pengertian, dan penerimaan. Pada tahap perhatian, desainer memprioritaskan informasi teknis dan identitas buku, kemudian menyeleksi informasi yang relevan untuk diterjemahkan secara visual. Pada tahap pengertian, informasi dihubungkan dengan pengalaman, pengetahuan, isi naskah, dan referensi visual. Pada tahap penerimaan, kebutuhan klien ditempatkan sebagai acuan utama, sementara kreativitas desainer digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan tersebut. Response diwujudkan melalui penentuan konsep visual, pemilihan ilustrasi, warna, tipografi, tata letak, penyusunan konsep awal, revisi, hingga persetujuan atau ACC. Temuan utama menunjukkan adanya tiga kondisi kelengkapan brief, yaitu minimal, standar, dan maksimal. Semakin lengkap dan jelas informasi yang diberikan, semakin mudah proses interpretasi dan semakin efisien perancangan. Sebaliknya, brief yang tidak lengkap meningkatkan kebutuhan interpretasi dan potensi revisi. Penelitian merekomendasikan pengembangan design brief khusus desain grafis yang lebih terstruktur, sederhana, dan mudah dipahami klien.