Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendorong mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata kepada masyarakat, salah satunya melalui pendidikan dan pemberdayaan lingkungan. Di Bali, metode pengajaran berbasis pengalaman dan implementasi urban farming di sekolah dasar menjadi inovasi yang memberikan manfaat jangka panjang. Urban farming tidak hanya meningkatkan keterampilan bercocok tanam sejak dini, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan dan ketahanan pangan. Mahasiswa KKN menggunakan pendekatan experiential learning, memungkinkan siswa belajar langsung melalui praktik menanam. Kegiatan ini melibatkan pembelajaran teori dasar urban farming, praktik bercocok tanam dengan media pot dan polybag, serta pembinaan oleh mahasiswa sebagai fasilitator. Program ini tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik anak, tetapi juga menumbuhkan kerja sama, kesabaran, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Untuk memastikan keberlanjutan program, guru juga dilibatkan agar urban farming dapat menjadi bagian dari ekstrakurikuler atau mata pelajaran seperti IPA dan Pendidikan Lingkungan Hidup. Dampak positif dari program ini meliputi peningkatan kesadaran lingkungan, ketahanan pangan sekolah, serta potensi ekonomi melalui pemanfaatan hasil panen. Secara keseluruhan, urban farming dan metode pengajaran interaktif di sekolah dasar memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk kesadaran lingkungan sejak dini, dengan mahasiswa KKN sebagai agen perubahan dalam menanamkan nilai keberlanjutan bagi generasi mendatang.