This Author published in this journals
All Journal LEBAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Identitas Budaya Kota Baubau Melalui Inovasi Komunikasi Pariwisata Digital Berbasis Kearifan Lokal Wa Nur Fida; Sry Mayunita; Maria Ulfa; Abdullah M; Jamiu Jamiu
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.589

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat merepresentasikan identitas budaya melalui media komunikasi berbasis teknologi, termasuk dalam sektor pariwisata budaya di Kota Baubau. Namun, perkembangan komunikasi pariwisata digital belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan literasi digital masyarakat dan integrasi nilai kearifan lokal dalam produksi konten budaya, sehingga menimbulkan risiko reduksi makna budaya pada ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat identitas budaya Kota Baubau melalui inovasi komunikasi pariwisata digital berbasis kearifan lokal dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam produksi dan pengelolaan konten budaya digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat melalui tahapan identifikasi masalah, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan literasi digital budaya, pendampingan produksi konten wisata budaya, implementasi publikasi media sosial, serta monitoring dan evaluasi program. Mitra kegiatan terdiri atas pelaku UMKM wisata, kelompok sadar wisata budaya, komunitas budaya lokal, mahasiswa, generasi muda kreatif, dan Dinas Pariwisata Kota Baubau. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai komunikasi pariwisata digital, kemampuan produksi konten budaya berbasis storytelling digital, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam promosi wisata budaya melalui media sosial. Selain itu, kegiatan ini berhasil memperkuat representasi identitas budaya lokal melalui publikasi konten budaya digital yang lebih autentik, edukatif, dan komunikatif. Implikasi kegiatan menunjukkan bahwa komunikasi pariwisata digital berbasis kearifan lokal dapat menjadi model strategis dalam penguatan identitas budaya daerah sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya berkelanjutan di era digital