p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LEBAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Karakter Mahasiswa Generasi Z Melalui Integrasi Pola Asuh Keluarga Dan Nilai Budaya Lokal Maria Ulfa; Sry Mayunita; Wa Nur Fida; Nanang Sabitri; Hartina Hartina
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.575

Abstract

Transformasi digital mengubah pola belajar, interaksi sosial, dan pembentukan identitas mahasiswa Generasi Z, sehingga memunculkan tantangan karakter berupa lemahnya kontrol diri digital, integritas akademik, empati sosial, dan keterikatan terhadap budaya lokal. Kegiatan PKM ini bertujuan memperkuat karakter mahasiswa semester 2 Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Buton melalui integrasi pola asuh keluarga, nilai budaya lokal Buton, dan literasi karakter digital. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis pengalaman melalui seminar tematik, pelatihan reflektif, pendampingan kelompok, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan rata-rata skor pre-test 58,40 meningkat menjadi 86,40 pada post-test, atau meningkat 47,95% dalam kategori sedang. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman nilai budaya lokal Buton sebesar 60,00% dalam kategori tinggi. Kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi keluarga, budaya lokal, dan literasi digital efektif membangun kesadaran karakter mahasiswa secara kontekstual dan perlu dilanjutkan melalui kolaborasi kampus, keluarga, serta komunitas budaya
Partisipasi Warga Berbasis Digital Micro-Deliberation melalui WhatsApp Community untuk Keputusan Layanan Publik Desa Sry Mayunita; Wa Nur Fida; Maria Ulfa; Mahyudin Mahyudin; Muh. Angga Saputra; Farel Gustyar Wally
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital pemerintahan desa menuntut adanya sistem pelayanan publik yang lebih partisipatif, responsif, dan inklusif. Namun, partisipasi warga dalam pengambilan keputusan layanan publik desa masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan forum musyawarah konvensional, rendahnya dokumentasi aspirasi masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital sebagai ruang komunikasi publik desa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membangun sistem partisipasi warga berbasis digital micro-deliberation melalui WhatsApp Community untuk mendukung pengambilan keputusan layanan publik desa yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui tahapan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, analisis kebutuhan, pembentukan WhatsApp Community resmi desa, pelatihan pengelolaan komunitas digital, pendampingan forum deliberasi digital, serta evaluasi partisipatif. Program dilaksanakan di Desa Karae, Kecamatan Sioumpu, Kabupaten Buton Selatan dengan melibatkan aparatur desa, BPD, PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, dan warga desa sebagai peserta utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan WhatsApp Community mampu meningkatkan kualitas komunikasi pemerintah desa dengan masyarakat, mempercepat respons pelayanan publik, memperkuat dokumentasi aspirasi warga, serta meningkatkan keterlibatan kelompok perempuan, pemuda, dan masyarakat marginal dalam proses pengambilan keputusan desa. Selain itu, kapasitas aparatur desa dalam moderasi komunitas digital dan pengelolaan aspirasi publik juga mengalami peningkatan. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa WhatsApp Community berpotensi menjadi model transformasi digital pelayanan publik desa yang murah, adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa berbasis kolaborasi digital.
Transformasi Identitas Budaya Kota Baubau Melalui Inovasi Komunikasi Pariwisata Digital Berbasis Kearifan Lokal Wa Nur Fida; Sry Mayunita; Maria Ulfa; Abdullah M; Jamiu Jamiu
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.589

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat merepresentasikan identitas budaya melalui media komunikasi berbasis teknologi, termasuk dalam sektor pariwisata budaya di Kota Baubau. Namun, perkembangan komunikasi pariwisata digital belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan literasi digital masyarakat dan integrasi nilai kearifan lokal dalam produksi konten budaya, sehingga menimbulkan risiko reduksi makna budaya pada ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat identitas budaya Kota Baubau melalui inovasi komunikasi pariwisata digital berbasis kearifan lokal dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam produksi dan pengelolaan konten budaya digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat melalui tahapan identifikasi masalah, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan literasi digital budaya, pendampingan produksi konten wisata budaya, implementasi publikasi media sosial, serta monitoring dan evaluasi program. Mitra kegiatan terdiri atas pelaku UMKM wisata, kelompok sadar wisata budaya, komunitas budaya lokal, mahasiswa, generasi muda kreatif, dan Dinas Pariwisata Kota Baubau. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai komunikasi pariwisata digital, kemampuan produksi konten budaya berbasis storytelling digital, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam promosi wisata budaya melalui media sosial. Selain itu, kegiatan ini berhasil memperkuat representasi identitas budaya lokal melalui publikasi konten budaya digital yang lebih autentik, edukatif, dan komunikatif. Implikasi kegiatan menunjukkan bahwa komunikasi pariwisata digital berbasis kearifan lokal dapat menjadi model strategis dalam penguatan identitas budaya daerah sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya berkelanjutan di era digital