Penerapan pertanian berkelanjutan membutuhkan pengelolaan sumber daya yang efisien dan ramah lingkungan, termasuk melalui konsep pertanian zero waste. Limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi sumber daya bernilai guna untuk meningkatkan efisiensi usaha tani serta mendukung ekonomi hijau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Kelompok Tani Lembah Subur Morome mengenai konsep pertanian zero waste, pemanfaatan limbah pertanian, serta hubungannya dengan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi hijau. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan edukasi yang meliputi tahapan persiapan, identifikasi pengetahuan awal, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup prinsip pertanian zero waste, pengelolaan limbah pertanian, konsep ekonomi sirkular, dan pemanfaatan limbah sebagai input produksi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pemahaman petani sebelum kegiatan masih rendah, dengan 0% mengetahui konsep zero waste dan pengetahuan terbatas (10–60%) pada indikator yang ditinjau. Setelah kegiatan, seluruh indikator pengetahuan meningkat menjadi 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman petani mengenai pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan dan bernilai tambah. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan pertanian zero waste untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau pedesaan