Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

IDENTIFICATION OF LOCAL FEED POTENTIAL IN BALI CATTLE BREEDING AREA IN KONAWE SELATAN REGENCY Abadi, Musram; Nafiu, La Ode; Nasiu, Firman; Kurniawan, Widhi
Indonesian Journal Of Animal Agricultural Science (IJAAS) Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal Of Animal Agricultural Science (IJAAS)
Publisher : Pascasarjana Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/ijaas.v3i1.16260

Abstract

This study was aimed to identify and inventory the availability potentiation of local feed in the South Konawe Bali Cattle Development Area. The material and methods in this study were types of Forage and agricultural waste that potential as animal feed sources. This research was conducted in 2018 in Tinanggea, Palangga, Buke, and Baito Districts, South Konawe Region. Local Forage was feed material that used for the development of cattle in the South Konawe District. The forage potential was calculated based on the feed production of ingredients according to the harvested area and expressed in dry matter (BK). The Forage and agricultural waste types in Konawe Selatan Regency were a) Forage feed, among others; Pennisetum purpureum (Elephant Grass), Apluda mutica (Field grass), Acconopus compresses (pait grass), Cenchrus salaries (foxtail grass), Chrisopogon articulates (Needlegrass); b) Agricultural crop agricultural waste, among others; Rice Straw, Corn straw, Cassava leaves, Sweet potato leaves, Peanut straw, and Soybean straw. The results showed that the production of Forage in South Konawe Bali Cattle Development Area was dominated by field grass (Apluda mutica), namely (a) Tinanggea Subdistrict as much as 23,706.67 tons/year (b) Palangga District as much as 4,128.72 tons/year; (c) Baito Subdistrict as much as 8,077.26 tons/year, and (d) Buke SubDistrict as much as 10,712.95 tons/year. Whereas food crop agricultural waste was rice straw feed namely (1) Tinanggea Subdistrict as much as 3,272,780 BK/kg/year; (2) Palangga District as much as 2,982,875 BK/kg/year; (3) Baito Subdistrict as much as 2,756,250 BK/kg/year and (4) Buke Subdistrict with 945,000 BK/kg/year, while corn straw, peanut straw, and cassava leaves cannot be determined.
Utilitas Asam Organik Sari Belimbing Wuluh dan Asam Sitrat Sintetis Sebagai Acidifier Terhadap Performa Produksi Puyuh (Coturnix coturnix Japonica) Fase Grower Hamdan Has; Astriana Napirah; Widhi Kurniawan; La Ode Nafiu; Takdir Saili
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 2 (2020): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.386 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i2.11072

Abstract

ABSTRAKPenggunaan acidifier baik organik atau sintetis dapat meningkatkan optimalisasi nutrien di dalam saluran pencernaan.  Optimalisasi nutrien diharapkan dapat meningkatkan performa ternak khususnya puyuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dua macam acidifier terhadap performa puyuh fase grower. 100 ekor unsexed puyuh (Coturnix coturnix Japonica) fase grower umur 14-40 hari digunakan dalam penelitian yang menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Bahan pakan yang digunakan adalah jagung kuning, dedak, konsentrat puyuh komersil, sari belimbing wuluh, dan asam sitrat sintetis. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari perlakuan kontrol (P0), penggunaan 0,3% asam sitrat sintetis (P1), penggunaan 0,25% sari belimbing wuluh (P2), penggunaan 0,6% asam sitrat sintetis (P3), dan penggunaan 0,5% sari belimbing wuluh (P4). Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum mingguan. Penggunaan sari belimbing wuluh memiliki konsumsi pakan yang lebih rendah  (P<0,05) pada minggu pertama dibanding kontrol dan asam sitrat sintetis.  Penggunaan asam sitrat sintetis meningkatkan pertambahan bobot badan pada minggu pertama (P<0,05). Penggunaan asam sitrat sintetis nyata dapat menurunkan konversi pakan minggu ke tiga dan empat dibanding kontrol dan asam organik belimbing wuluh. Kesimpulan penelitian ini yaitu penggunaan sari belimbing wuluh sebagai acidifier belum menunjukkan perbaikan performa yang signifikan sedangkan penggunaan asam sitrat sintetis memiliki performa yang lebih baik dibanding perlakuan kontrol dan penggunaan sari belimbing wuluh.Kata kunci: acidifier, asam sitrat, belimbing wuluh, puyuh fase growerABSTRACTThe organic and synthetic acidifiers could improve the optimization of nutrients utilization in the quail digestive tract. Furthermore, the optimization of nutrients is expected to improve quail performance. This study was aimed to determine the effect of using two types of acidifiers (Averrhoa bilimbi juice and synthetic citric acid) on the grower phase of quail performance. Total of 100 unsexed quails (Coturnix coturnix japonica) grower phase aged 14-40 days were used in this research and designed as a completely randomized design of five treatments and four replications. Feed ingredients used were yellow corn, rice bran, commercial quail concentrate, Averrhoa bilimbi juice (organic acidifier), and synthetic citric acid. The treatments consisted of control (P0), 0.3% synthetic citric acid (P1), use of 0.25% Averrhoa bilimbi juice (P2), use of 0.6% synthetic citric acid (P3), and use of 0.5% Averrhoa bilimbi juice (P4). The variables observed were weekly feed intake, body weight gain, and feed conversion. The result showed that utilization of Averrhoa bilimbi juice has lower feed consumption (P<0.05) in the first week compare to control and synthetic citric acid, and synthetic citric acid utilization increases body weight gain in the first week (P<0.05). The use of synthetic citric acid significantly reduces feed conversion in the third and fourth weeks compared to control and organic acid groups. The conclusion of this study is the utilization of Averrhoa bilimbi juice as an acidifier has not shown significant improvements in quail performance. The use of synthetic citric acid has a better performance compared to control and Averrhoa bilimbi juice utilization.Keywords: acidifier, organic acidifier, citric acid, growing quail
Karakteristik Tanaman Sorghum Green Fodder (SGF) Hasil Penanaman Secara Hidroponik yang Dipanen Pada Umur yang Berbeda Teguh Wahyono; Husnul Khotimah; Widhi Kurniawan; Dedi Ansori; Anna Muawanah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.939 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.5722

Abstract

Tanaman sorgum yang dibudidayakan secara hidroponik dapat disebut dengan sorghum green fodder (SGF). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi performa pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro tanaman sorgum hasil budidaya hidroponik yang dipanen pada umur yang berbeda. Perlakuan penelitian meliputi SGF yang dipanen pada hari ke 7, 8, 9 dan 10. Pada pengamatan kecernaan in vitro, keempat perlakuan SGF dibandingkan dengan rumput lapangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat pengulangan. Parameter yang diamati adalah performa pertumbuhan, profil nutrisi, produksi gas dan produk fermentasi rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SGF 10 menghasilkan tinggi tanaman dan berat segar tertinggi (P<0,05) namun tidak berbeda nyata dengan SGF 9. Kandungan protein kasar SGF lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). SGF menghasilkan produksi gas total yang lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). Akan tetapi, SGF 10 menghasilkan produksi CH4 yang tinggi. Nilai energi termetabolis (EM) dan kecernaan bahan organik (KcBO) keempat perlakuan SGF terlihat lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro SGF semakin meningkat seiiring dengan meningkatnya umur pemanenan. Umur panen SGF yang terbaik adalah pada hari ke-9.
Evaluasi Kualitas dan Karakteristik Fermentasi Silase Kombinasi Stay Green Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) – Indigofera zolingeriana dengan Perberbedaan Komposisi Widhi Kurniawan; Teguh Wahyono; Natsir Sandiah; Hamdan Has; La Ode Nafiu; Astriana Napirah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 1 (2019): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.548 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i1.5551

Abstract

 ABSTRAK Ketersediaan hijauan pakan ternak haruslah memenuhi aspek kuantitas, kualitas dan kontinyuitas. Teknologi pengawetan pakan dengan membuat silase berbahan tanaman pakan yang sesuai diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pakan tersebut. Sorgum memiliki potensi sebagai bahan silase yang baik namun perlu ditingkatkan kualitasnya dengan menambahkan hijauan yang tinggi kandungan protein kasarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan karakteristik fermentasi silase kombinasi sorgum dan leguminosa. Penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasikan Stay green dan Indigofera zolingeriana (100:0, 60:40, 50:50, dan 40:60%) sebagai bahan silase untuk dievaluasi pH, kandungan bahan kering (BK), bahan organik(BO), protein kasar (PK) dan Nilai Fleigh. Silase dibuat dalam silo ukuran 1 liter yang difermentasi selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya persentase Indigofera zolingerianadalam silase meningkatkan pH silase, BK, dan PK silase. Peningkatan pH tersebut berakibat pada terjadinya proteolisis pada PK silase. Penggunaan Indigofera zolingeriana dalam silase kombinasi dengan sorgum Stay green pada persentase 40% masih memungkinkan untuk memperoleh silase kombinasi yang berkualitas baik (Nilai Fleigh 70,13) dan kandungan protein kasar mencapai 15,68%. Kualitas tersebut selanjutnya akan menurun apabila persentase Indigofera zolingeriana dinaikkan walaupun kandungan protein kasar meningkat.Kata Kunci: Silase, Kombinasi, Kualitas, Evaluasi, Nilai Fleigh.ABSTRACTFeed availability has to meet quantity, quality and continuity aspect. Feed preservation technology by making silage from suitable forage plants is expected to meet these needs. Sorghum has the potential as a good silage material but needs to be improved in quality by adding other forage which have high crude protein content. This study was aimed to evaluate the quality and characteristics fermentation of sorghum and legumecombination silage. This research was conducted by combining Stay greensorghum and Indigofera zolingeriana (100: 0, 60:40, 50:50, and 40: 60% combination) as silage material to be evaluated for pH, dry matter content (DM), organic matter (OM), crude protein (CP) and Fleighpoint. Silage was made in 1 liter size silos which are fermented for 21 days. The results showed that the increasing percentage of Indigofera zolingeriana in silage could increase silage, pH, DM, and CP silage. The increase in pH resulted in proteolysis of silage protein. The added of Indigofera zolingeriana in silage combination at 40% was still possible to obtain good quality silage (Fleighpoint 70.13) and reaching 15.68% of silage CP content. The silage quality was decrease if the percentage of Indigofera zolingeriana increased, even though the silage CP content could increasesafterward.Keywords: Silage, Combination, Quality, Evaluation, Fleigh point
Penggunaan Tepung Limbah Udang sebagai Bahan Pakan Sumber Protein terhadap Performa Produksi Puyuh Fase Layer (Coturnix-coturnix japonica) Hamdan Has; Astriana Napirah; Widhi Kurniawan; Natsir Sandiah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 3 (2018): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.134 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v5i3.4733

Abstract

ABSTRAKLimbah udang merupakan limbah pengolahan udang yang memiliki potensi sebagai pakan sumber protein bagi ternak puyuh. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan tepung limbah udang (TLU) sebagai sumber protein pakan pada puyuh fase layer. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap empat perlakuan lima ulangan perlakuan yang digunakan terdiri dari empat level penggunaan tepung limbah udang dalam ransum yaitu P0 (kontrol), P1 (5% TLU), P2 (7,5% TLU) dan P3 (10% TLU), tiap unit perlakuan disi dengan 5 ekor puyuh. Puyuh yang diguanakan adalah puyuh fase layer umur 20 minggu, sebanyak 100 ekor yang didistribusikan kedalam 20 unit percobaan. Bahan pakan yang digunakan adalah jagung, dedak padi, konsentrat petelur dan tepung limbah udang. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan data yang berbeda nyata (P<0,05) diuji lanjut menggunakan uji duncan. Variabel yang diamati adalah performa produksi: konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TLU dalam ransum (P1,P2 dan P3) menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) dibanding kontrol pada minggu ke-tiga penelitian terhadap bobot telur dan konversi ransum, penggunaan TLU (P1,P2,P3) selama lima minggu meningkatkan konsumsi ransum (P<0,05) dibanding kontrol tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap produksi telur, bobot telur dan konversi ransum. Kesimpulan penelitian ini bahwa penggunaan TLU dalam ransum dapat digunakan hingga level 7,5% sedangkan level 10% menunjukkan adanya penurunan rata-rata performa produksi.Kata kunci: tepung limbah udang, puyuh fase layer, performa produksiABSTRACTShrimp waste was shrimp processing waste which has the potential as protein source for quail feed. This study was aimed to examine the use of shrimp waste flour (SWF) asprotein source for laying quail feed. This study used  completely randomized design that consist of four treatments and five replications.The treatmentswere using levels of shrimp waste flour in feed and consist of P0 (control), P1 (5% SWF), P2 (7.5% SWF) and P3 (10% SWF ). Each treatment unit was filled with 5 quails. One hundred of 20 weeks laying quails were used in this study. Self mixing feed that contained corn, rice bran, laying concentrate and shrimp waste flour were used in this study. The data obtained were analyzed using analyze of variance and continued using Duncan multiple range test. The variables observed were production performance that consist of feed consumption, egg production, egg weight and feed conversionratio. The results showed that the use of SWF in feed (P1, P2 and P3) showed a significant effect (P <0.05) compared to controls in the third week of research on egg weight and feed conversion ratio.The use of SWF (P1, P2, P3) for five weeks increased feed consumption (P <0.05) compared to controls but not significantly different (P>0.05) for egg production, egg weight and feed conversion. The conclusion of this study was the use of SWF in feed can be used until 7.5% on laying quail feed while the level of 10% indicates a decrease in average production performance.Keywords: shrimp waste flour, laying quail, production performance
Pengaruh Perbedaan Varietas terhadap Profil Tanaman Sorghum Green Fodder yang Ditanam Secara Hidroponik Teguh Wahyono; Dede Sukandar; Rista Kurnia Dewi; Widhi Kurniawan; Sihono Sihono
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 2 (2020): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.584 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i2.10862

Abstract

ABSTRAKTeknik hidroponik adalah salah satu metode alternatif dalam budidaya hijauan pakan. Tanaman sorgum telah dikembangkan di Indonesia sebagai alternatif penyedia hijauan pakan. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah menghasilkan tiga varietas sorgum berupa varietas Pahat (P), Samurai 1 (S1) dan Samurai 2 (S2). Ketiga varietas ini dapat dikembangkan sebagai Sorghum Green Fodder (SGF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pertumbuhan, nutrien dan kecernaan SGF dari tiga varietas sorgum yang berbeda yang ditanam secara hidroponik. Perlakuan penelitian pada studi profil pertumbuhan dan nutrisi adalah: 1) P sebagai varietas kontrol; 2) S1 dan 3) S2. Perlakuan pada studi kecernaan in vitro adalah: 1) RL (rumput lapangan); 2) P; 3) S1 dan 4) S2. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Samurai 2 menghasilkan SGF dengan tinggi tanaman dan berat panen segar tertinggi (P<0,05). SGF Samurai 1 mengandung protein kasar tertinggi yaitu 19,26%. Kandungan neutral detergent fiber (NDF) SGF ketiga varietas tidak berbeda nyata. SGF varietas Pahat menghasilkan estimasi RFV tertinggi (P<0,05). Nilai kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO) SGF lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah SGF Samurai 2 menghasilkan produksi biomassa tertinggi. Kecernaan in vitro SGF varietas Pahat lebih tinggi dibandingkan kedua varietas lain dan rumput lapangan.Kata kunci: Hidroponik, kecernaan In vitro, profil nutrisi, relative feed value, sorghum green fodder ABSTRACT     Hydroponics technique is one of the alternative methods for forage cultivation. Sorghum has been developed in Indonesia as an alternative forage. Indonesia National Nuclear Energy Agency (BATAN) has produced three varieties of sorghum (Pahat, Samurai 1, and Samurai 2). These three varieties can develop as Sorghum Green Fodder (SGF). The purpose of this study was to investigate the growth, nutrient, and digestibility profile of SGF from three different sorghum varieties. The treatment of the studies was: 1) P (Pahat) as control; 2) S1 (Samurai 1); 3) S2 (Samurai 2). Treatment on In vitro digestibility study: 1) RL (native grass); 2) P; 3) S1 and 4) S2. Complete randomized design with five replications was used in this study. The results showed that Samurai 2 produced the highest height and fresh weight (21.35 cm and 1.20 kg) (P <0.05). Neutral detergent fiber (NDF) of three varieties SGF was not significantly different. The highest relative feed value (RFV) was produced by SGF from Pahat variety. Dry matter (DM) and organic matter (OM) digestibility of SGF is higher than field grass (P<0,05). The conclusion of this research is SGF Samurai 2 produces the highest biomass production compared to Pahat and Samurai 1 varieties. In vitro digestibility of SGF from Pahat variety is better than other varieties and native grass.Keywords: hydroponics, in vitro digestibility, nutrient profile, relative feed value, sorghum green fodder
Pengembangan Aneka Produk dan Olahan Limbah Ternak sebagai Sumber Pendapatan Alternatif bagi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Ali Bain; Firman Nasiu; Widhi Kurniawan; Astriana Napirah; Hairil A. Hadini; Denvy Meidian Daoed; Nurhayu -
JURNAL PengaMAS Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/.v4i1.2031

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan pola hidup masyarakat yang sangat signifikan dalam berbagai bidang kehidupan terutama dalam hal aktivitas menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  Masyarakat petani dan peternak merupakan golongan masyarakat yang sangat terdampak dengan kondisi ini karena aktivitas mereka yang biasanya dilakukan di luar rumah menjadi terbatas sehingga dapat menurunkan pendapatan keluarga.  Dengan demikian perlu dilakukan upaya-upaya untuk memotivasi masyarakat khususnya petani dan peternak untuk terus bersemangat mempertahankan pendapatan keluarga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh insan akademik kampus adalah dengan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-Tematik) yang merupakan implementasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk lebih memberdayakan potensi sumberdaya local di lingkungan masyarakat dalam rangka mengurangi dampak merugikan dengan adanya wabah Covid-19 dan mempertahankan pendapatan serta membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan utama yang dilaksanakan terdiri dari: 1) pembuatan pupuk organik, 2) pembuatan telur asin, 3) pembuatan nuggetayam, 4) demplot pemeliharaan ayam kampong di pekarangan, dan 5) demplot penanaman sayur organik. Kegiatan KKN Tematik yang dilaksanakan telah memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk memanfaatkan potensi sumberdaya local sehingga dapat membantu mempertahankan kondisi perekonomian sekaligus meningkatkan kesehatan keluarga.Kata kunci: Covid-19, pupuk organik, telur asin, nugget ayam, sayur organik   
PENERAPAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK BERBASIS LIMBAH TERNAK KAMBING UNTUK PRODUKSI SAYUR ORGANIK DI KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA natsir sandiah; Hamdan Has; Widhi Kurniawan; Astriana Napirah; Syamsuddin Syamsuddin; Firman Nasiu
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan merupakan lumbung pangan bagi provinsi Sulawesi Tenggara. Produk utama daerah ini adalah sayuran, buah-buahan, dan ternak kambing. Kerja sama antara peternak dan petani dalam bentuk “simbiosis mutualisme” bersama sama menyelesaikan permasalahan yang dimiliki untuk memperoleh manfaat bersama. Limbah pertanian dapat digunakan sebagai pakan dan limbah peternakan digunakan sebagai pupuk. Apabila potensi limbah peternakan kambing dan pertanian yang ada di lokasi mitra dapat dioptimalkan maka peternak dan petani dapat memperoleh penghasilan tambahan dalam rangka peningkatan ekonomi rumah tangga peternak/petani. Oleh karena itu perlu dilakukan penguatan pengetahuan dan inovasi teknologi, solusi yang dapat ditawarkan dalam pengabdian ini adalah peningkatan presepsi dan pengetahuan peternak/petani tentang potensi limbah usaha, manajemen ternak kambing, manajemen kesehatan, manajemen pakan, selain itu perlu peningkatan skill atau kemampuan peternak dalam membuat/mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak kambing, mengolah limbah ternak kambing menjadi pupuk organik untuk tanaman.Target dan luaran yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pendapatan peternak dan petani efisiensi usaha (pemanfaatan limbah) serta diversiffikasi produk (pupuk organik). peningkatan motivasi dan pengetahuan serta keterampilan peternak tentang teknologi pengolahan pakan, awetan pakan, manajemen pemeliharaan kambing, kesehatan ternak, cara pembuatan pupuk organik berbasis limbah ternak, peningkatan ketentraman masyarakat, serta luaran fisik dalam bentuk kebun sayur organik, pupuk organik yang dihasilkan dari limbah ternak kambing. Pelaksanaan program Pengabdian ini diterapkan dalam 2 bentuk kegiatan, yaitu: (1) Kegiatan non fisik meliputi penyuluhan, bimbingan teknis, dan pendampingan sebagai media transfer informasi pengetahuan dan teknologi (2) Kegiatan fisik berupa model atau demonstrasi plot (demplot) sebagai sarana pelatihan dan percontohan tempat belajar peternak.
PENGAWETAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK DAN PENGOLAHAN SISA HASIL PERTANIAN SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK DI KABUPATEN KONAWE SELATAN MELALUI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TERINTEGRASI KULIAH KERJA NYATA- TEMATIK (KKN-TEMATIK) Ali Bain; La Ode Nafiu; Nur Santi Asminaya; Achmad Selamet Aku; Widhi Kurniawan; Firman Nasiu; Musram Abadi; Hamdan Has
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1439

Abstract

Kecamatan Mowila dan Wolasi menjadi dua kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki posisi strategis, sebagai penyangga kebutuhan Kota Kendari, karena memiliki potensi peternakan dan pertanian yang dapat diandalkan. Kedua kecamatan ini memiliki keunikan dalam hal produktivitas sebagai lumbung pangan yang baik di Kabupaten Konawe Selatan.  Sistem pemeliharaan ternak di Kecamatan Mowila dan Wolasi masih intensif terbatas, sudah banyak peternak yang menggunakan kandang tetapi masih ada yang hanya menggunakan sistem ditambatkan. Dalam hal pemberian pakan, peternak umumnya mengandalkan bahan pakan berupa rumput alam yang melimpah pada musim hujan dan sedikit pada musim kemarau yang mengakibatkan ternak mengalami kekurangan pakan pada musim kemarau.  Penerapan teknologi pengawetan pakan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menyediakan pakan ternak pada musim kering.  Selain itu, para petani umumnya hanya memanfaatkan produk utama pertanian tetapi belum memanfaatkan sisa hasil pertanian seperti jerami (batang dan daun) dari sisa  pertanian mereka, umumnya jerami dibiarkan menumpuk kemudian dibakar. Padahal, limbah pertanian dapat digunakan sebagai pakan ternak tetapi hanya sedikit dari petani yang memanfaakan limbah pertaniaannya sebagai pakan ternak dengan alasan kurang disukai oleh ternak.  Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-TEMATIK) di dua kecamatan ini dilaksanakan sebagai implementasi pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan civitas akademika Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi masyarakat dalam hal mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan yang sedang dijalankan.  Pengenalan beberapa teknologi sederhana seperti metode pengawetan pakan hijauan dan pengolahan limbah pertanian menjadi fokus kegiatan pengabdian ini dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan sumber-sumber bahan pakan local yang potensial untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak yang optimal.
APLIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN UNTUK MENDUKUNG PETANI JAGUNG MELALUI PRODUKSI PELET KOMPLIT Widhi Kurniawan; Wa Laili Salido; Syamsuddin Syamsuddin; Purnaning Dhian Isnaeni
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1444

Abstract

Program swasembada Pajale adalah program pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk meningkatkan swasembada pangan, salah satunya adalah jagung. Hasil panen jagung yang melimpah kurang memberikan kontribusi secara ekonomi pada petani karena rendahnya harga jagung. Petani tidak memiliki keterampilan untuk mengolah jagung menjadi komoditas lain yang bernilai jual lebih tinggi. Kelebihan jagung yang tersedia di Desa Alebo Kecamatan Konda dapat dimanfaatkan sebagai pakan komplit ayam kampung dan diharapkan dapat menjadi sumber pakan utama bagi peternak ayam kampung di Sulawei Tenggara. Target dan luaran yang ingin dicapai dari kegiatan PKM ini adalah peningkatan pendapatan petani melalui diversifikasi produk (pakan ayam kampung pellet), peningkatan nilai jual jagung, peningkatan motivasi, pengetahuan, dan keterampilan petani tentang teknologi pengolahan pakan, manajemen pemeliharaan ayam kampung, dan kesehatan ternak, serta luaran fisik berupa rumah produksi pakan, dan pakan pelet komplit pakan ayam kampong berbahan dasar jagung.
Co-Authors . Apriansyah Achmad Selamet Aku Ade Rahmaniar Ade Ramadani Akhmad Fadilat Amaliah, Happy Rizqa Amir, Fitriah Andi Marwan Arianto Andi Murlina Tasse Anna Muawanah Asma Bio Kimestri Asma Biokimestri Astriana Napirah Audza, Fuji Astuti Basoka, Sri Wahyuni Dede Sukandar Dedem Sutopo Dedi Ansori Dedu, La Ode Arfan Deki Zulkarnain Dewi Mustiqa Umstitian Dicky Virgianto Sewangi Dirman Afandi Eko Aprianto Johan Firman Nasiu Firman Nasiu Fitri Fitri Fuji Astuty Auza Furqan B, Muhammad Thoksyn Hairil Adzulyatno Hadini Hamdan Has Harapin Hafid H. Hardiana, Hardiana Hasrifa HUSNUL KHOTIMAH Irwahyumin Gunawas Ishak Ady Putra Utama Komang Redi Yoga Tama Kusuma, Putu Nara La Jia La Malesi La Ode Alwi La Ode Arsad Sani La Ode Nafiu Lelanti Peniwiratri Lisa Ismayanti Mardiana Napirah Mochammad Imron Awalludin Muhammad Amrullah Pagala Munadi, La Ode Muh Munadi, La Ode Muh. Musram Abadi Natsir Sandiah Nina Ayu Lestari Nur Hikmat Nur Iksan Nur Santy Asminaya Nurfauzia Nurfauzia Nurhayu - Nurhayu Nurhayu Puput Sabrina Qalbi Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaini Putu Nara Kusuma Prasanjaya Restu Libriani Rilus Kinseng Rista Kurnia Dewi Rusli Badaruddin Ryan Rinaldi Sabila, Wa Ode Winda Winda Nur Samsida Samsida Sihono Sihono Sihono Sihono Soeranto Human Sutiyoso Sutiyoso Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin TAKDIR SAILI Teguh Wahyono Teguh Wahyono Teguh Wahyono Trisnah Ayuni Ridwan Ulul Azmi Harun Wa Laili Salid Wa Laili Salido Wa Ode Nurmala Yunita Wahid Wirawan Wahidin Teguh Sasongko Wayan Swastika Yasa Wijaya Murti Indriatama Winda Puspitasari Yanisworo Wijaya Ratih Yenny Nur Anggraeny Yukarie Ayu Wulandari Yumin Yunita Ramdhani Tahir Yusril Mahenra Yuyun Saputra Zulfiqhi Haris