Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan dan Peluang Reformasi Citra Penegakan Hukum di Indonesia: Menuju 2025 yang Transparan dan Akuntabel Katrina Samosir; Frans Ricardo; Jeim's Keyhezkiel Iberena Putra Sitepu; Juliani Sihombing; Klara Minarsari Nainggolan; Mutiara Hidayah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7233

Abstract

Penegakan hukum merupakan fondasi utama dalam mewujudkan negara hukum yang berkeadilan. Namun, citra penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi tantangan serius berupa rendahnya kepercayaan publik, praktik korupsi, lemahnya mekanisme akuntabilitas, serta maraknya laporan pelanggaran hak asasi manusia oleh aparat. Kondisi ini berdampak langsung pada legitimasi institusi hukum dan efektivitas pelaksanaan keadilan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan struktural dan kultural yang dihadapi penegak hukum, sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan menuju tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, analisis regulasi, serta telaah laporan lembaga pengawas dan survei publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa transparansi berbasis teknologi, penguatan mekanisme pengawasan independen, serta reformasi etika dan budaya kelembagaan merupakan peluang strategis untuk memulihkan citra penegakan hukum. Selain itu, komunikasi publik yang efektif dan partisipasi masyarakat sipil menjadi faktor kunci dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat. Dengan implementasi langkah-langkah tersebut, diharapkan Indonesia mampu memperkuat legitimasi hukum dan mewujudkan sistem penegakan hukum yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan.
Mengurai Kronologi Perang Uhud: Dari Persiapan Hingga Akhir Pertempuran Sobri Sabana; Dian Sartika; Ramadhan Saleh Lubis; Nurul Atira; Siti Syariah Azimah; Delila Agustina Nasution; Mutiara Hidayah; Shafa Al Muhajir
Journal of Citizen Research and Development Vol. 2 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i2.7093

Abstract

Perang Uhud (3 H/625 M) merupakan pertempuran penting antara kaum Muslimin Madinah dan kaum Quraisy Mekah yang dilatarbelakangi keinginan balas dendam Quraisy atas kekalahan di Perang Badar. Artikel ini menganalisis kronologi, strategi, dan dampak pertempuran tersebut dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research) melalui studi sumber-sumber primer dan sekunder.Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun pasukan Muslim awalnya unggul berkat strategi pertahanan Nabi Muhammad SAW yang menempatkan pemanah di posisi strategis, kemenangan berbalik menjadi kekalahan akibat ketidaktaatan sebagian pemanah yang meninggalkan posisi mereka untuk mengambil harta rampasan perang. Pelanggaran disiplin ini dimanfaatkan musuh untuk serangan balik yang mengakibatkan gugurnya 70 syuhada, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, dan luka yang diderita Nabi.Perang Uhud memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya ketaatan mutlak kepada pemimpin, disiplin dalam menjalankan strategi, dan ketabahan menghadapi ujian. Melalui Surah Ali Imran ayat 152, Allah menegaskan bahwa kekalahan ini merupakan ujian iman dan konsekuensi dari pelanggaran perintah. Meskipun kalah secara taktis, peristiwa ini justru memperkuat ketahanan mental-spiritual umat Islam dan menjadi fondasi bagi kemenangan-kemenangan berikutnya.