Pendahuluan : Bullying pada remaja merupakan masalah kesehatan yang sedang berkembang baik di negara-negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi bullying pada remaja dan remaja dalam satu tahun antara 1,7 - 5,9%. Pelatihan manajemen stress merupakan program yang bertujuan agar remaja memiliki pertahanan diri yang kuat terhadap masalah yang dialami sehingga dampak pada korban bullying dapat teratasi. Apakah ada pengaruh pelatihan manajemen stres terhadap remaja korban bullying di SMP 5 Kota Magelang? Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan manajemen stres terhadap remaja korban bullying di SMP 5 Kota Magelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi exsperiment pre test-perlakuan-post test. uji hipotesis menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test . Lokasi penelitian di kota magelang. Subjek Remaja SMPN 5 kota Magelang. Hasil : Berdasarkan karakteristik responden rentang usia responden antara 13-16 tahun, dan usia terbanyak usia 15 tahun. Terdapat pengaruh hasil yang signifikan antara pre test dan post tes,dengan diberikannya pelatihan manajemen stress pd remaja korban bullying dengan nilai Z hitung sebesar 3,631 dengan significancy 0,000 (P < 0,05). Kesimpulan:Terdapat pengaruh hasil yang signifikan antara pre test dan post tes, pengaruh pelatihan manajemen stress pd remaja korban bullying. Hal ini dapat diartikan ada pengaruhnya dengan diberikan pelatihan manajemen stress pd remaja korban bullying di SMPN 5 Kota Magelang, hal ini dilihat dari hasil nilai z hitung sebesar 3,631 dengan significancy 0,000 (P < 0,05). Rekomendasi pelatihan manajemen stres terbukti effektif dan direkomendasikan sebagai program sekolah untuk para korban bullying bagian dari upaya rehabilitatif kesehatan mental siswa