Apriyani Pramudiyawati Yunar
Akademi Farmasi Persada, Sukabumi, Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L) TERHADAP KEMATIAN LALAT RUMAH (Musca domestica) Apriyani Pramudiyawati Yunar; Siti Salbiah
JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, FARMASI, MANAJEMEN
Publisher : Akademi Farmasi Persada Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalat rumah atau dalam bahasa latin disebut “Musca domestica” merupakan salah satu serangga yang hidup di lingkungan manusia. Lalat ini merupakan spesies yang punya peran penting dalam masalah kesehatan masyarakat. Sebab, serangga yang satu ini bisa menjadi ancaman penyebaran penyakit yang perlu diwaspadai keberadaannya akibat kebersihan lingkungan sekitar rumah yang kurang diperhatikan secara baik dan sehat, Lalat rumah, dilihat dari aspek perilakunya sangat gemar ditempat-tempat yang kotor, selain tumpukan sampah, makanan, dan tinja pun menjadi kesenangannya. Karena faktor inilah lalat akan membawa berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Selain sebagai vektor penyebaran penyakit, lalat pun merupakan binatang yang menjijikkan bagi sebagian orang. Cara untuk mengurangi kerugian tersebut akibat dampak negatif penggunaan insektisida sintesis maka perlu dikembangkan penggunaan insektisida alami yang berasal dari tumbuhan. Salah satunya adalah dengan menggunakan ekstrak daun sirih (Piper betle. L). Penelitian ini dilakukan dengan cara menyemprotkan berbagai konsentrasi ekstrak daun sirih (Piper betle. L) ke lalat rumah (Musca domestica). Penelitian berlangsung selama 5 hari dengan menggunakan 4 perlakukan, yaitu masing-masing konsentrasi 20%, 35%, 45%, dan 65%. Hal ini berdasarkan rumus acak lengkap t (r-1) > 15. Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisa dengan menggunakan Uji ANOVA dengan SPSS Versi 16. Analisis ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis dan untuk membuktikan teori berdasarkan data yang sudah terkumpul. Hasil dari analisis akan digunakan sebagai dasar untuk menafsirkan data, Setelah dilakukan Uji ANOVA ternyata signifikansi < 0,05. Dimana P-value 0,00 < 0,05 Maka hipotesis diterima dan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak daun sirih terhadap kematian lalat rumah secara signifikan, Saran yang ingin penulis sampaikan, ada baiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh ekstrak daun sirih terhadap penurunan kematian lalat rumah dengan menggunakan konsentrasi 95-100% dan waktu kontak ditambah menjadi 120 menit
ANALISIS KARAKTERISTIK TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) PARU DI PUSKESMAS SEKARWANGI Apriyani Pramudiyawati Yunar; Risman Ramdani
JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN Vol 4 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN
Publisher : Akademi Farmasi Persada Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian dan kesakitan yang cukup tinggi. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti tuberculosis (OAT). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan croossectional.Teknik pengambilan sample purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner Mmas-8. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat. Dari total 81 responden diperoleh karakterisrik berdasarkan jenis kelamin laki-laki (55,6%), perempuan (44,4%), berdasarkan kelompok usia 41-60 tahun (46,5%), usia 16-40 tahun (30,9%), usia 60 tahun keatas (22,2%), berdasarkan pekerjaan wiraswasta (38,4%), buruh tani (24,7%), honorer (21%), ASN (7,4%), berdasarkan pendidikan SMA (29,6%), SD (25,9%), SMP (19,8%), perguruan tinggi (9,9%), berdasarkan kepatuhan tinngi (85,5%), kepatuhan sedang (11,1%), kepatuhan rendah (3,7%). Hasil penelitian ini bahwa pasien TB Paru di Puskesmas Sekarwangi Periode Juni 2025 sudah sangat patuh