Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian dan kesakitan yang cukup tinggi. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti tuberculosis (OAT). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan croossectional.Teknik pengambilan sample purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner Mmas-8. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat. Dari total 81 responden diperoleh karakterisrik berdasarkan jenis kelamin laki-laki (55,6%), perempuan (44,4%), berdasarkan kelompok usia 41-60 tahun (46,5%), usia 16-40 tahun (30,9%), usia 60 tahun keatas (22,2%), berdasarkan pekerjaan wiraswasta (38,4%), buruh tani (24,7%), honorer (21%), ASN (7,4%), berdasarkan pendidikan SMA (29,6%), SD (25,9%), SMP (19,8%), perguruan tinggi (9,9%), berdasarkan kepatuhan tinngi (85,5%), kepatuhan sedang (11,1%), kepatuhan rendah (3,7%). Hasil penelitian ini bahwa pasien TB Paru di Puskesmas Sekarwangi Periode Juni 2025 sudah sangat patuh
Copyrights © 2026