Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Belas Kasih Diri pada Remaja dengan Kecenderungan Histrionik Gloria Graciela Bouk; Rizky Pradita Manafe; Feronika Ratu
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1520

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan self-compassion pada remaja dengan kecenderungan kepribadian histrionik di Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pemilihan partisipan secara purposive berdasarkan skrining Personality Diagnostic Questionnaire-4. Empat remaja perempuan berusia 16-19 tahun diwawancarai secara semi-terstruktur, disertai dua informan pendukung. Data dianalisis menggunakan analisis tematik enam tahap Braun dan Clarke, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, member check, dan audit trail. Hasil menghasilkan empat tema utama, yaitu pengalaman sosial, dampak psikologis, perilaku histrionik, dan self-compassion. Pengalaman sosial mencakup pengalaman tidak menyenangkan, pengaruh lingkungan, dan relasi interpersonal. Dampak psikologis tampak dalam distres emosional dan evaluasi diri negatif. Perilaku histrionik tergambar melalui kebutuhan akan pengakuan, orientasi penampilan, sensitivitas terhadap penilaian sosial, dinamika relasional, dan luapan emosi. Self-compassion muncul melalui self-kindness, common humanity, dan mindfulness. Temuan menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap penerimaan eksternal berlangsung berdampingan dengan kapasitas internal untuk memahami, menerima, dan mendukung diri. Dukungan keluarga dan teman membantu partisipan memperoleh rasa aman, memaknai kesulitan sebagai pengalaman manusiawi, serta mengelola emosi secara lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai dinamika psikologis remaja dengan kecenderungan histrionik dalam konteks lokal.
Optimism of Women with Belis Syawalia Nenak; Rizky Pradita Manafe; Marleny Purnamasari Panis
Journal of Health and Behavioral Science Vol 8 No 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jhbs.v8i1.26531

Abstract

Marriage practices rooted in local cultural traditions often shape women’s psychological experiences and well-being. In the Nagekeo community, the ‘belis’ tradition not only represents social respect and cultural identity but also presents social, economic, and emotional challenges for women within marital life. This study aims to identify the factors that influence women's optimism with belis in Nagekeo, using a descriptive qualitative method with 7 participants. Data were collected through interviews and thematic analysis. The results found four main themes that shape women's optimism: (1) social support, including support from husbands, children, immediate family, and the social environment; (2) self-esteem that arises from social appreciation and acceptance after the belis process; (3) self-confidence through involvement in decision-making, adaptability, and self-control; (4) accumulated experience, including readiness for marriage and spiritual conviction. These findings show that women's optimism is shaped by mutually reinforcing factors that help them persevere and view marriage positively.