This Author published in this journals
All Journal Prima Eksakta
Afrin Melania Mari
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DISPARITAS HARGA KOMODITAS CABAI RAWIT DI KOTA KUPANG PADA PERIODE SEBELUM, SAAT, DAN SETELAH PANDEMI COVID-19 Afrin Melania Mari; Doppy Roy Nendissa; Santhy Chamdra
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i2.8984

Abstract

Harga cabai rawit di indonesia sering mengalami fluktuasi tajam karena sifatnya mudah rusak dan sangat bergantung pada musim serta distribusi. Pandemi COVID-19 menambah tekanan pada rantai pasok pangan dan memperbesar ketidakstabilan harga, Penelitian ini bertujuan menganalisis mengukur tingkat disparitas harga, menganalisis tingkat disparitas harga dan membandingkan disparitas harga cabai rawit di kota kupang pada periode sebelum, saat, dan setelah pandemic COVID-19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi atas data harga cabai rawit bulanan periode Januari 2018 sampai Desember 2025, dengan total 96 observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, rentang harga, dan standar deviasi, serta koefisien variasi untuk mengukur tingkat fluktuasi harga antarperiode. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata harga meningkat dari Rp36.868,75/kg sebelum COVID-19 menjadi Rp40.076,39/kg saat COVID-19, dan Rp50.188,89/kg setelah COVID-19. Koefisien variasi tertinggi terjadi saat COVID-19 sebesar 47,92 persen, sedangkan setelah COVID-19 sebesar 38,25 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandemi COVID-19 berkaitan dengan naiknya ketidakstabilan harga, tetapi disparitas harga tetap tinggi setelah pandemi akibat faktor struktural seperti pasokan, distribusi, dan musim panen. Temuan ini menjadi dasar bagi perumusan kebijakan stabilisasi harga pangan daerah yang berkelanjutan.