p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kreativitas PKM
Riska Risty Wardhani
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Caregiver dalam Mendukung Tingkat Kemampuan Fungsional Lansia Melalui Teknologi Geriatric Care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta Thirta Mizulia; Riska Risty Wardhani; Veni Fatmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24418

Abstract

ABSTRAK Caregiver adalah pendamping yang memberikan bantuan kepada seseorang yang tidak mampu mengurus diri sendiri atau memiliki keterbatasan fisik dan mental. Caregiver sangat dibutuhkan oleh kondisi lansia stroke karena sebagian besar pasien lansia memiliki ketergantungan dan kesulitan melakukan aktivitas secara mandiri. Proses penurunan ini akan mengganggu dan menurunkan kemampuan fungsional lansia dalam melakukan aktivitas, sehingga mengakibatkan lansia membutuhkan bantuan dari orang lain. Tujuan program ini adalah memberikan pemberdayaan caregiver dalam mendukung tingkat kemampuan fungsional lansia melalui teknologi geriatric care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta. Metode program ini melalui persiapan, pre-test dan post-test, pengembangan dan uji coba aplikasi, pelatihan penggunaan aplikasi kepada caregiver, pelatihan cara pemeriksaan, evaluasi dan kontrol peningkatan pengetahuan caregiver, kemandirian lansia, serta ketercapaian luaran program. Hasil dari rata-rata tingkat pemahaman caregiver dalam penggunaan aplikasi sebelum program sebesar 51,8 dan sesudah program sebesar 98,1, terdapat peningkatan pemahaman caregiver sebesar 46,3%, yang menunjukkan bahwa caregiver mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri, memahami fitur pemeriksaan, serta melakukan pendampingan lansia secara lebih terarah. Hasil pengukuran kemampuan fungsional menggunakan indeks Barthel yaitu adanya peningkatan setelah diberikan latihan yang dipandu melalui aplikasi Geriatric Care. Sebelum mengikuti latihan, nilai rata-rata pre-testadalah 56,72, yang menunjukkan bahwa lansia masih berada pada tingkat kemandirian yang terbatas. Setelah mengikuti latihan serta pendampingan caregiver, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 64,97. Program ini memberikan hasil signifikan dalam upaya meningkatkan pemberdayaan caregiver dalam mendukung tingkat kemampuan fungsional lansia melalui teknologi geriatric care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta. Kata Kunci: Caregiver, Lansia, Stroke, Aplikasi Geriatric Care, Kemampuan Fungsional.  ABSTRACT Caregivers are companions who provide assistance to someone who is unable to care for themselves or has physical and mental limitations. Caregivers are very much needed by elderly stroke patients because most elderly patients are dependent and have difficulty performing activities independently. This decline process will disrupt and reduce the functional ability of the elderly in performing activities, resulting in the elderly needing assistance from others. The objective of this program is to provide caregiver empowerment in supporting the level of functional ability of the elderly through geriatric care technology at the Indonesian Stroke Foundation in Yogyakarta. This program method is through preparation, pre-test and post-test, application development and testing, application usage training for caregivers, examination method training, evaluation and control of caregiver knowledge improvement, elderly independence, and achievement of program outcomes. The results of the average level of caregiver understanding in using the application before the program were 51.8 and after the program were 98.1, there was an increase in caregiver understanding of 46.3%, which indicates that caregivers are able to operate the application independently, understand the examination features, and provide more targeted assistance to the elderly. The results of measuring functional ability using the Barthel index showed an increase after being given guided exercises through the Geriatric Care application. Before participating in the training, the average pre-test score was 56.72, indicating that the elderly were still at a limited level of independence. After participating in the training and caregiver assistance, the average post-test score increased to 64.97.  This program has a significantresults in efforts to increase caregiver empowerment in supporting the level of functional ability of the elderly through geriatric care technology at the Indonesian Stroke Foundation in Yogyakarta. Keywords: Caregiver, Elderly, Stroke, Geriatric Care Application, Functional Ability.
Pemberdayaan Caregiver dalam Mendukung Tingkat Kekuatan Otot Lansia melalui Teknologi Geriatric Care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta Sutina Febrianti; Riska Risty Wardhani; Ummy A'isyah Nurhayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24421

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas pada lansia dan sering menimbulkan gangguan fungsi fisik, termasuk penurunan kekuatan otot, keseimbangan, serta kemampuan mobilitas. Banyak lansia penyintas stroke mengalami keterbatasan dalam melakukan latihan mandiri, sementara caregiver juga masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan pengetahuan, metode pendampingan yang belum terstruktur, dan pencatatan manual yang kurang efisien. Menjawab masalah tersebut, dikembangkan aplikasi Geriatric Care yang memuat tiga komponen utama, yaitu pemeriksaan fisik (vital sign), pemeriksaan fungsional seperti Five Times Sit to Stand Test (FTSST)(khusus untuk kondisi stroke ringan dan sedang), serta rekomendasi latihan berdasarkan tingkat keparahan stroke (ringan, sedang, dan berat). Program ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberdayaan caregiver melalui pemanfaatan aplikasi Geriatric Care dalam meningkatkan kemampuan pendampingan dan kekuatan otot lansia penyintas stroke. Program menggunakan desain pre–post intervention pada 30 caregiver dan 30 lansia, dengan intervensi berupa pelatihan penggunaan aplikasi beserta pemberian latihan fisik sesuai rekomendasi, yaitu senam untuk lansia kondisi ringan dan sedang, serta latihan mobilisasi untuk kondisi berat. Program menunjukkan peningkatan pemahaman caregiver sebesar 46,3% setelah pelatihan, peningkatan kualitas pendampingan yang lebih terarah berdasarkan rekomendasi aplikasi, serta peningkatan kekuatan otot lansia yang terlihat dari perbaikan waktu Five Times Sit to Stand Test (FTSST) pada kelompok ringan dan sedang. Temuan ini memperlihatkan bahwa aplikasi Geriatric Care mampu membantu caregiver dalam melakukan pemeriksaan, menentukan latihan yang tepat, dan mendukung perbaikan fisiologis terutama kekuatan otot lansia. Disarankan agar pemanfaatan aplikasi ini terus dikembangkan sebagai media pendampingan digital berkelanjutan serta disosialisasikan ke komunitas lansia lainnya untuk meningkatkan efektivitas rehabilitasi pasca-stroke. Kata Kunci: Caregiver, Lansia, Kekuatan Otot, Aplikasi Geriatric Care, Stroke.  ABSTRACT Stroke is one of the leading causes of disability in the elderly and often causes impaired physical function, including decreased muscle strength, balance, and mobility. Many elderly stroke survivors experience limitations in doing independent Exercise, while caregivers also still face obstacles such as limited knowledge, unstructured mentoring methods, and inefficient manual recording. Answer this problem, a Geriatric Care application was developed which contains three main components, namely physical examinations (vital signs), functional examinations such as the Five Times Sit to Stand Test (FTSST) (specifically for mild and moderate stroke conditions), and Exerciserecommendations based on stroke severity (mild, moderate, and severe). This study aims to analyze the effectiveness of caregiver empowerment through the use of Geriatric Care applications in improving the mentoring ability and muscle strength of elderly stroke survivors. The research method used a pre-post intervention design on 30 caregivers and 30 elderly people, with interventions in the form of training on the use of applications and the provision of physical Exercise according to recommendations, namely gymnastics for the elderly with mild and moderate conditions, and mobilization Exercises for severe conditions. The results showed an increase in caregiver understanding by 46.3% after training, an improvement in the quality of more targeted assistance based on application recommendations, and an increase in the muscle strength of the elderly as seen from the improvement in the time of the Five Times Sit to Stand Test (FTSST) in the light and medium groups. These findings show that the Geriatric Care application is able to assist caregivers in conducting examinations, determining appropriate Exercises, and supporting physiological improvement, especially muscle strength in the elderly. It is recommended that the use of this application continue to be developed as a continuous digital mentoring medium and socialized to other elderly communities to increase the effectiveness of post-stroke rehabilitation. Keywords: Caregiver, Elderly, Muscle Strength, Geriatric Care Application, Stroke.
Pemberdayaan Caregiver dalam Mendukung Tingkat Kebugaran Lansia melalui Teknologi Geriatrik Care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta Eva Septika Widyarini; Riska Risty Wardhani; Tri Laksono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24996

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan gangguan neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang menyebabkan kelemahan otot, gangguan koordinasi, penurunan fungsi gerak, dan keterbatasan aktivitas sehari-hari. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan caregiver dalam melakukan pemeriksaan dan pendampingan kebugaran lansia melalui penggunaan aplikasi Geriatric Care. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan caregiver terkait penggunaan aplikasi, praktik pemeriksaan Two-Minute Step Test (2MST), serta pendampingan dalam pemberian latihan berdasarkan hasil skrining yang muncul di aplikasi. Kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman caregiver sebesar 46,3%, dengan nilai rata-rata pre-test 51,77 meningkat menjadi 80,37 pada post-test dan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,000). Peningkatan kebugaran lansia juga terlihat dari hasil Two-Minute Step Test (2MST) dengan nilai rata-rata meningkat dari 53,53 menjadi 61,17, disertai perbedaan yang signifikan (p = 0,000), yang menandakan adanya perbaikan toleransi aktivitas dan kapasitas fisik lansia. Program ini menyimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Geriatric Care yang dipadukan dengan pendampingan caregiver dan latihan fisik terarah dapat meningkatkan kebugaran lansia penyintas stroke. Model pendampingan berbasis teknologi ini berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di komunitas sebagai upaya peningkatan kesehatan lansia Kata Kunci: Stroke, Kebugaran Lansia, Caregiver, Two-Minute Step Test (2MST), Aplikasi Digital.  ABSTRACT Stroke is a neurological disorder caused by the obstruction of blood flow to the brain that causes muscle weakness, impaired coordination, decreased motor function, and limitations in daily activities. This community service program aims to empower caregivers in conducting examinations and providing assistance for the fitness of the elderly through the use of the Geriatric Care application. The implementation method includes caregiver training regarding the use of the application, Two-Minute Step Test (2MST) examination practices, and assistance in providing exercises based on the screening results that appear in the application. The activity showed an increase in caregiver understanding by 46.3%, with an average pre-test score of 51.77 increasing to 80.37 in the post-test and a statistically significant difference (p = 0.000). The increase in fitness of the elderly was also seen from the results of the Two-Minute Step Test (2MST) with an average score increasing from 53.53 to 61.17, accompanied by a significant difference (p = 0.000), which indicates an improvement in activity tolerance and physical capacity of the elderly. This program concluded that the use of the Geriatric Care application, combined with caregiver support and targeted physical exercise, can improve the fitness of elderly stroke survivors. This technology-based support model has the potential to be implemented sustainably in communities to improve the health of the elderly. Keywords: Stroke, Elderly Fitness, Caregiver, Two-Minute Step Test (2MST), Digital App.