Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Role-Playing on the Science Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at Gunung Tabur Elementary School Widya Surachman; I Wayan Kertih; I Wayan Widiana
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 7 No. 2 (2026): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v7i2.1371

Abstract

This study aims to analyze the effect of the role-playing method on the learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS) of fifth-grade students at SD Negeri 003 Gunung Tabur. The study employed a quantitative approach using an experimental method through a quasi-experimental design with a Non-Equivalent Control Group Design. The sample consisted of 60 students, comprising 30 students in the experimental class and 30 students in the control class. The experimental group was treated with the application of the role-playing method, while the control group used conventional teaching methods. Research data were obtained through achievement tests administered as pretests and posttests. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics with a MANCOVA test to examine the effect of the learning method on student achievement. The results indicated a significant difference in average achievement scores between the two groups, with the experimental class achieving an average score of 84.80, while the control class achieved an average of 74.60. The results of the hypothesis test showed a significance value of 0.000 < 0.05 with an effect size of 0.59, which falls into the large category. These findings indicate that the role-playing method has a significant effect on students’ IPAS learning outcomes. Role-playing can enhance students’ active engagement in the learning process through simulations and group interactions, thereby helping students understand learning concepts more deeply and contextually. Therefore, this method can serve as an effective alternative learning strategy for improving science learning outcomes in elementary schools.
Pengembangan dan Implementasi Model Integrasi Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPAS Kurikulum Merdeka di SD Negeri Sori Katupa Daerah 3T Kabupaten Bima Muhammad Yamin; I Wayan Lasmawan; I Gusti Putu Suharta; I Wayan Widiana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.984

Abstract

: Implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan karakteristik lingkungan peserta didik. Namun, pelaksanaan pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masih didominasi oleh penggunaan bahan ajar yang bersifat umum sehingga belum mampu mengakomodasi potensi kearifan lokal sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan model integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka di SD Negeri Sori Katupa, Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model yang dikembangkan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal Bima, pengetahuan tradisional, serta praktik kehidupan masyarakat ke dalam tujuan pembelajaran, modul ajar, kegiatan berbasis proyek, media pembelajaran, dan asesmen autentik. Model ini dirancang untuk meningkatkan literasi sains, kemampuan berpikir kritis, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model pembelajaran yang secara khusus dirancang berdasarkan karakteristik kearifan lokal masyarakat Bima dan kebutuhan sekolah dasar di wilayah 3T. Model yang dihasilkan diharapkan menjadi alternatif inovatif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal dan meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS yang kontekstual, bermakna, dan berkelanjutan.