Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pembuatan Keripik Pare Bernilai Ekonomis Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat RW 7 Kelurahan Argasunya Kota Cirebon Waluyadi Waluyadi; Insan Kamil; Gilang Pangestu Putra; Bima Wiguna; Muhamad Wildan Solihin; Hisyam Fariz; Putri Nuralia Dikara
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6561

Abstract

Keterbatasan akses terhadap kegiatan ekonomi produktif masih dialami oleh sebagian masyarakat yang berada di wilayah pinggiran, termasuk di RW 7 Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi, yang pada umumnya masih terbatas pada aktivitas domestik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan melalui pelatihan pembuatan keripik pare sebagai produk pangan olahan yang memiliki nilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah Service Learning (SL), yaitu proses pembelajaran yang diterapkan secara langsung selama kegiatan berlangsung sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman praktik dalam pengolahan produk pangan serta pengelolaan usaha rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan pembuatan keripik pare, pengenalan teknik pengemasan produk, penyusunan label pangan yang sesuai dengan ketentuan, serta pendampingan pengurusan legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh keterampilan dalam memproduksi keripik pare serta pemahaman mengenai tahapan pengembangan usaha pangan rumah tangga. Melalui kegiatan ini, perempuan di RW 7 Kelurahan Argasunya memperoleh pengalaman dalam mengolah bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai jual serta memahami aspek pengemasan, pelabelan, dan legalitas usaha yang diperlukan untuk pemasaran produk.
Pemanfaatan Abu Sekam Padi Sebagai Substitusi Parsial Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Putri Nuralia Dikara; Arief Firmanto
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.8018

Abstract

Kebutuhan pasir sebagai agregat halus terus meningkat sejalan dengan pembangunan infrastruktur, sementara ketersediaannya semakin terbatas akibat eksploitasi penambangan, sehingga diperlukan material alternatif seperti abu sekam padi yang kaya silika amorf dan berpotensi sebagai bahan pengisi sekaligus pozolan dalam beton. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi parsial agregat halus dengan abu sekam padi komersial hasil pembakaran lanjutan pada suhu 300°C terhadap kuat tekan beton mutu K-225, menentukan persentase substitusi optimum, serta membandingkan kuat tekan pada kondisi perawatan normal (rendaman air) dan rendaman larutan magnesium sulfat (MgSO?) 5% pada umur 28 hari. Penelitian menggunakan metode eksperimental kuantitatif dengan desain faktorial sederhana, meliputi variasi substitusi abu sekam padi 0%, 5%, dan 10% terhadap berat agregat halus serta dua kondisi perawatan, menghasilkan 18 benda uji silinder yang diuji kuat tekannya sesuai SNI 1974:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi 5% menghasilkan kuat tekan tertinggi, yaitu 28,59 MPa pada kondisi normal dan 26,33 MPa pada kondisi rendaman sulfat, meningkat masing-masing sekitar 24,69% dan 22,37% dibandingkan beton kontrol, sedangkan substitusi 10% justru menurunkan kuat tekan hingga di bawah nilai kontrol akibat efek pengenceran dan meningkatnya kebutuhan air campuran. Perendaman magnesium sulfat menyebabkan penurunan kuat tekan pada seluruh variasi, dengan persentase penurunan yang membesar seiring bertambahnya kadar substitusi. Disimpulkan bahwa substitusi 5% abu sekam padi merupakan kadar optimum yang mampu meningkatkan kuat tekan beton K-225 secara signifikan sekaligus mempertahankan kinerja terbaik pada lingkungan sulfat yang agresif.