Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah jamur tiram menjadi produk petis berbasis teknologi tepat guna sebagai alternatif pangan bagi penderita alergi protein hewani. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dengan sasaran ibu-ibu PKK. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik pembuatan produk, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jamur tiram sebagai bahan pangan alternatif, manfaat kesehatannya, serta tahapan pembuatan petis jamur tiKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah jamur tiram menjadi produk petis berbasis teknologi tepat guna sebagai alternatif pangan bagi penderita alergi protein hewani. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dengan sasaran ibu-ibu PKK. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik pembuatan produk, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jamur tiram sebagai bahan pangan alternatif, manfaat kesehatannya, serta tahapan pembuatan petis jamur tiram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep pengolahan jamur sebagai produk alternatif serta dapat mempraktikkan pembuatan petis jamur tiram secara mandiri. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 31,8% pada pre-test menjadi 36,4% pada post-test atau meningkat sebesar 4,6%. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi pangan berbasis bahan nabati serta membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan jamur tiram sebagai produk pangan alternatif yang lebih aman dan bernilai tambahram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep pengolahan jamur sebagai produk alternatif serta dapat mempraktikkan pembuatan petis jamur tiram secara mandiri. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 31,8% pada pre-test menjadi 36,4% pada post-test atau meningkat sebesar 4,6%. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi pangan berbasis bahan nabati serta membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan jamur tiram sebagai produk pangan alternatif yang lebih aman dan bernilai tambah.