Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PUZLINA: INOVASI PUZZLE TARIAN ADAT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEKOLAH DASAR UNTUK PELESTARIAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS AUGMENTED REALITY Najwa Novita Wahyu Melia; Alia Damayanti; Inas Firnanda; Ahmad Fauzi; Arum Maqfiroh; Jelita Dinda Astari; Nailah Zahroh Qurrotun A’yun; Rizky Martiningrum
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2024): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zaman sudah mulai berkembang, teknologi sudah mulai modern hal tersebut memberikan keuntungan bagi penduduk Indonesia. Kemajuan teknologi ini memiliki dampak signifikan bagi anak muda di Indonesia. Meskipun perkembangan ini memberikan keuntungan seperti, akses terhadap informasi dan pengetahuan, ini juga mengakibatkan pengaruh budaya asing yang kuat terutama dari budaya barat, yang sering kali mengalihkan perhatian anak muda khususnya anak sekolah dasar yang masih tahap pembelajaran dan harus dikuatkan rasa nasionalismenya. Oleh karena itu peneliti membuat inovasi “PUZLINA: Inovasi Puzzle Sebagai Media Pembelajaran Budaya Indonesia Berbasis Augmented Reality”. Produk utama dari media pembelajaran ini yaitu berupa puzzle yang terintegrasi oleh augmented reality dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pembelajaran yang menyenangkan terkait dengan pembelajaran budaya Indonesia. PUZLINA ini didalamnya terdapat keanekaragaman budaya Indonesia dari sabang sampai merauke. Media pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan semangat peserta didik dalam mempelajari budaya Indonesia
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Petis Jamur Tiram Berbasis Teknologi Tepat Guna sebagai Alternatif bagi Penderita Alergi Protein Hewani Arum Maqfiroh; Auliya Maulida Kasana; Nayla Salsabilah Ramadhani; Shevany Nur’ Alyssa; Ajeng Daniarsih
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6688

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah jamur tiram menjadi produk petis berbasis teknologi tepat guna sebagai alternatif pangan bagi penderita alergi protein hewani. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dengan sasaran ibu-ibu PKK. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik pembuatan produk, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jamur tiram sebagai bahan pangan alternatif, manfaat kesehatannya, serta tahapan pembuatan petis jamur tiKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah jamur tiram menjadi produk petis berbasis teknologi tepat guna sebagai alternatif pangan bagi penderita alergi protein hewani. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dengan sasaran ibu-ibu PKK. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik pembuatan produk, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jamur tiram sebagai bahan pangan alternatif, manfaat kesehatannya, serta tahapan pembuatan petis jamur tiram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep pengolahan jamur sebagai produk alternatif serta dapat mempraktikkan pembuatan petis jamur tiram secara mandiri. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 31,8% pada pre-test menjadi 36,4% pada post-test atau meningkat sebesar 4,6%. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi pangan berbasis bahan nabati serta membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan jamur tiram sebagai produk pangan alternatif yang lebih aman dan bernilai tambahram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep pengolahan jamur sebagai produk alternatif serta dapat mempraktikkan pembuatan petis jamur tiram secara mandiri. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 31,8% pada pre-test menjadi 36,4% pada post-test atau meningkat sebesar 4,6%. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi pangan berbasis bahan nabati serta membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan jamur tiram sebagai produk pangan alternatif yang lebih aman dan bernilai tambah.