Risna Nunung
Universitas Swadaya Gunung Jati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Layanan Informasi Desa Melalui Visualisasi Peta Situs Cagar Budaya di Kantor Desa Dermayu Dhea Wardah Aulia; Andis Maulana; Risna Nunung; Muhammad Anwar Syadat; Ismayana Ismayana
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6665

Abstract

Layanan informasi desa merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, penyampaian informasi mengenai fasilitas umum dan situs cagar budaya di Desa Dermayu masih belum optimal karena masih dilakukan secara konvensional dan belum didukung oleh media visual yang komunikatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan informasi desa melalui pembuatan dan visualisasi peta administrasi, fasilitas umum, serta situs cagar budaya di Kantor Desa Dermayu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-eksplanatif melalui tahapan observasi lapangan, pengambilan titik koordinat menggunakan GPS, pengumpulan data sekunder, pengolahan data spasial dengan QGIS, validasi bersama perangkat desa, hingga pencetakan dan pemasangan peta di kantor desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil menghasilkan peta yang memuat informasi spasial secara lebih lengkap, akurat, sistematis, dan mudah dipahami. Peta yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai dokumen spasial desa, tetapi juga menjadi media informasi visual yang mendukung peningkatan kualitas layanan informasi, membantu administrasi desa, perencanaan pembangunan, publikasi potensi lokal, serta pengenalan situs cagar budaya seperti Makam Selawe, Masjid Pusaka Baiturrahmah, dan Sumur Penganten. Selain itu, keberadaan peta juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya lokal. Dengan demikian, program kerja ini tidak hanya menghasilkan luaran berupa peta desa, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan berkelanjutan yang memperkuat tata kelola informasi desa dan pelestarian budaya berbasis potensi lokal.