Muhammad Anwar Syadat
Universitas Swadaya Gunung Jati

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF LEGAL PROTECTION POLICIES FOR VICTIMS OF VIOLENCE AGAINST WOMEN AND CHILDREN Siska Karina; Virda Lantika; Putri Agustina; Kamilah Kamilah; Mutiara Nabila; Muhammad Anwar Syadat
Jurnal Abdisci Vol 2 No 7 (2025): Vol 2 No 7 Tahun 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v2i7.676

Abstract

Abstract Background. Children, as creations of God and social beings, possess the right to life and autonomy from conception to birth, and are entitled to protection from parents, family, society, nation, and state. Aims. This study seeks to examine the execution of legal protection policies for victims of sexual abuse against women and children in Cirebon Regency. Methods. The employed research method is empirical legal research, integrating legislative, intellectual, and sociological approaches. Data were acquired via document analysis and field interviews. Result. The study's findings indicate that, despite substantial efforts to offer legal protection, encompassing legal, psychological, and medical support, along with the establishment of safe houses, numerous challenges persist. These impediments encompass inadequate facilities, societal stigma, insufficient inter-institutional coordination, and protracted legal procedures. The Sexual Violence Crime Law (TPKS Law), enacted in 2022, signifies a substantial advancement in the provision of enhanced protection. Nonetheless, its execution at the regional level continues to encounter obstacles, particularly regarding resources and public awareness. Conclusion. This study concludes that there is a need to improve inter-institutional coordination, public education, and strengthen infrastructure to create a safer environment for women and children. Implementation. The implementation of the law still faces several challenges, particularly at the regional level.
Optimalisasi Layanan Informasi Desa Melalui Visualisasi Peta Situs Cagar Budaya di Kantor Desa Dermayu Dhea Wardah Aulia; Andis Maulana; Risna Nunung; Muhammad Anwar Syadat; Ismayana Ismayana
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6665

Abstract

Layanan informasi desa merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, penyampaian informasi mengenai fasilitas umum dan situs cagar budaya di Desa Dermayu masih belum optimal karena masih dilakukan secara konvensional dan belum didukung oleh media visual yang komunikatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan informasi desa melalui pembuatan dan visualisasi peta administrasi, fasilitas umum, serta situs cagar budaya di Kantor Desa Dermayu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-eksplanatif melalui tahapan observasi lapangan, pengambilan titik koordinat menggunakan GPS, pengumpulan data sekunder, pengolahan data spasial dengan QGIS, validasi bersama perangkat desa, hingga pencetakan dan pemasangan peta di kantor desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil menghasilkan peta yang memuat informasi spasial secara lebih lengkap, akurat, sistematis, dan mudah dipahami. Peta yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai dokumen spasial desa, tetapi juga menjadi media informasi visual yang mendukung peningkatan kualitas layanan informasi, membantu administrasi desa, perencanaan pembangunan, publikasi potensi lokal, serta pengenalan situs cagar budaya seperti Makam Selawe, Masjid Pusaka Baiturrahmah, dan Sumur Penganten. Selain itu, keberadaan peta juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya lokal. Dengan demikian, program kerja ini tidak hanya menghasilkan luaran berupa peta desa, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan berkelanjutan yang memperkuat tata kelola informasi desa dan pelestarian budaya berbasis potensi lokal.
Analisis Yuridis Kekuatan Perjanjian Lisensi Merek terhadap Pembatalan Merek dalam Perspektif Kepastian Hukum Muhammad Anwar Syadat; Diky Dikrurahman
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 7 No 4 (2026): Tema Hukum Perdata dan Kenotariatan
Publisher : Himpunan Ilmu Hukum dan Ilmu Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v7i4.3765

Abstract

This study aims to analyze legal protection for licensees in cancelled trademark license agreements and examine the strength of license agreements for cancelled trademarks from the perspective of legal certainty. The research method used is normative juridical with a legal and conceptual approach. The results of the study indicate that Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications does not explicitly regulate the position of licensees after trademark cancellation. Legal protection for licensees is obtained through contract law, the principle of good faith and civil liability mechanisms. License agreements cannot be implemented after the trademark cancellation decision has permanent legal force.