Amirrudin Zalukhu
Sekolah Tinggi Teologi Cipanas, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Filosofi Ya’ahowu dalam Budaya Nias sebagai Basis Teologi Perdamaian Inklusif dalam Pendidikan Kristen Multikultural Amirrudin Zalukhu
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i1.170

Abstract

Kajian ini menelusuri filosofi Ya’ahowu dalam budaya Nias dan penerapannya dalam pendidikan Kristen multikultural, dengan fokus pada pengembangan teologi perdamaian inklusif. Ya’ahowu, sebagai ungkapan persaudaraan dan harapan baik dalam budaya Nias, memiliki potensi untuk memperkaya teologi perdamaian dengan nilai-nilai rekonsiliasi, kesetaraan, dan keharmonisan sosial. Dengan pendekatan kualitatif autoetnografi, kajian ini mengeksplorasi bagaimana filosofi Ya’ahowu dapat dijadikan dasar dalam membangun dialog antarbudaya dan agama dalam pendidikan Kristen, yang semakin relevan di tengah keberagaman sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Ya’ahowu dalam pendidikan Kristen dapat menciptakan ruang inklusif yang menghargai perbedaan, memperkuat nilai-nilai toleransi dan perdamaian, serta membangun komunitas yang harmonis. Kajian ini juga menekankan pentingnya pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pendidikan Kristen untuk mendorong generasi yang lebih terbuka dan berorientasi pada perdamaian. Penerapan nilai-nilai Ya’ahowu dapat menjadi langkah konkret dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan damai.
Christian Theological Analysis of Humanoid Technology Development: Perspectives on Imago Dei and Digital Ethics Budiman Widjaja; Amirrudin Zalukhu; Sam Un Eng
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/teleios.v5i2.331

Abstract

Abstract:The rapid advancement of humanoid technologies and artificial intelligence has raised significant ethical and theological questions, particularly within the Christian context. This study examines the development of humanoid technology through the lens of Christian theology, focusing on the concept of Imago Dei and principles of digital ethics. Drawing on qualitative, literature-based analysis, the research explores how the spiritual, moral, and relational dimensions of humanity cannot be authentically replicated by artificial agents. The study also highlights potential risks associated with humanoid technology, including manipulation, bias, and erosion of human dignity. By integrating theological reflection with digital ethical principles, the research proposes guidelines for responsible design, deployment, and interaction with humanoid systems. Emphasis is placed on preserving human dignity, promoting justice, and ensuring that technological innovation serves the common good. The findings underscore the importance of interdisciplinary collaboration among theologians, ethicists, and technologists to align technological progress with moral and spiritual values. This approach provides a normative framework for ethically coherent and theologically informed humanoid development.