Kajian ini menelusuri filosofi Ya’ahowu dalam budaya Nias dan penerapannya dalam pendidikan Kristen multikultural, dengan fokus pada pengembangan teologi perdamaian inklusif. Ya’ahowu, sebagai ungkapan persaudaraan dan harapan baik dalam budaya Nias, memiliki potensi untuk memperkaya teologi perdamaian dengan nilai-nilai rekonsiliasi, kesetaraan, dan keharmonisan sosial. Dengan pendekatan kualitatif autoetnografi, kajian ini mengeksplorasi bagaimana filosofi Ya’ahowu dapat dijadikan dasar dalam membangun dialog antarbudaya dan agama dalam pendidikan Kristen, yang semakin relevan di tengah keberagaman sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Ya’ahowu dalam pendidikan Kristen dapat menciptakan ruang inklusif yang menghargai perbedaan, memperkuat nilai-nilai toleransi dan perdamaian, serta membangun komunitas yang harmonis. Kajian ini juga menekankan pentingnya pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pendidikan Kristen untuk mendorong generasi yang lebih terbuka dan berorientasi pada perdamaian. Penerapan nilai-nilai Ya’ahowu dapat menjadi langkah konkret dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan damai.
Copyrights © 2025