p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teologi Injili
Sherly Mudak
Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional Berbasis Narasi Musa: Sintesis Keluaran 18:13–27 dan Teori Burns-Bass dalam Pendidikan Kristen Sherly Mudak; Edu Arto Silalahi; Mukhlis Manao; Sumarno Sumarno; Leniwan Darmawati Gea
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i1.229

Abstract

Kepemimpinan dalam pendidikan Kristen menuntut lebih dari sekadar kemampuan manajerial; ia memerlukan pendekatan yang membina, mentransformasi, dan berakar pada nilai-nilai rohani. Permasalahan umum yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum adanya kepemimpinan yang secara integratif menggabungkan teori kepemimpinan modern dengan narasi kepemimpinan Alkitabiah dalam konteks pendidikan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kepemimpinan transformasional yang berlandaskan teladan kepemimpinan Musa dalam Keluaran 18:13–27 serta teori Burns dan Bass. Teori kepemimpinan transformasional digunakan sebagai kerangka analisis utama, dengan empat dimensinya: inspirational motivation, idealized influence, individualized consideration, dan intellectual stimulation. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui analisis literatur akademik dan eksposisi teks Alkitabiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musa merefleksikan prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional melalui delegasi tugas yang bertanggung jawab, pembinaan rohani yang terarah, dan pewarisan nilai-nilai spiritual. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan penerapan kepemimpinan transformasional dalam pendidikan Kristen yang terdiri dari tiga komponen utama: delegasi yang bertanggung jawab, mentoring yang terarah, dan pembentukan karakter rohani. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teori modern dan narasi biblis dapat menghasilkan kepemimpinan yang kontekstual, aplikatif, dan relevan bagi pembinaan pemimpin pendidikan Kristen masa kini yang berorientasi pada transformasi iman, karakter, dan tanggung jawab pelayanan.
Pendampingan Pastoral Integratif bagi Orang Miskin: Model Pelayanan Holistik Gereja untuk Pemulihan Martabat dan Transformasi Kehidupan Yenny Anita Pattinama; Sherly Mudak
Jurnal Teologi Injili Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v6i1.337

Abstract

Kemiskinan masih menjadi persoalan kompleks yang tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, tetapi juga menyangkut aspek psikologis, spiritual, sosial, dan relasional kehidupan manusia. Dalam praktiknya, pendampingan pastoral gereja sering kali lebih berfokus pada bantuan karitatif yang bersifat sementara dan belum sepenuhnya menjawab kompleksitas persoalan yang dihadapi orang miskin. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat kemiskinan dalam perspektif pastoral, mengevaluasi keterlibatan gereja dalam pelayanan holistik, serta merumuskan model pendampingan pastoral yang relevan bagi orang miskin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Analisis dilakukan terhadap berbagai literatur teologi pastoral, diakonia, misi, dan pengembangan masyarakat yang berkaitan dengan kemiskinan dan pelayanan gereja. Kerangka teori utama yang digunakan adalah konsep kemiskinan multidimensional dan transformasional dari Bryant L. Myers yang diperkaya dengan pemikiran Emmanuel Lartey, Daniel J. Louw, Gustavo Gutierrez, David J. Bosch, dan Kjell Nordstokke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan realitas multidimensional yang menuntut respons pastoral yang utuh. Pendampingan pastoral yang efektif harus mencakup kehadiran relasional, penguatan spiritual yang berpusat pada Kristus, pemberdayaan yang memulihkan martabat, serta kolaborasi sosial yang transformatif. Penelitian ini menawarkan model pendampingan pastoral integratif dan kontekstual yang menghubungkan pelayanan rohani, pemberdayaan sosial, dan misi gereja dalam upaya menghadirkan pemulihan yang menyeluruh bagi orang miskin.