Kemiskinan masih menjadi persoalan kompleks yang tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, tetapi juga menyangkut aspek psikologis, spiritual, sosial, dan relasional kehidupan manusia. Dalam praktiknya, pendampingan pastoral gereja sering kali lebih berfokus pada bantuan karitatif yang bersifat sementara dan belum sepenuhnya menjawab kompleksitas persoalan yang dihadapi orang miskin. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat kemiskinan dalam perspektif pastoral, mengevaluasi keterlibatan gereja dalam pelayanan holistik, serta merumuskan model pendampingan pastoral yang relevan bagi orang miskin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Analisis dilakukan terhadap berbagai literatur teologi pastoral, diakonia, misi, dan pengembangan masyarakat yang berkaitan dengan kemiskinan dan pelayanan gereja. Kerangka teori utama yang digunakan adalah konsep kemiskinan multidimensional dan transformasional dari Bryant L. Myers yang diperkaya dengan pemikiran Emmanuel Lartey, Daniel J. Louw, Gustavo Gutierrez, David J. Bosch, dan Kjell Nordstokke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan realitas multidimensional yang menuntut respons pastoral yang utuh. Pendampingan pastoral yang efektif harus mencakup kehadiran relasional, penguatan spiritual yang berpusat pada Kristus, pemberdayaan yang memulihkan martabat, serta kolaborasi sosial yang transformatif. Penelitian ini menawarkan model pendampingan pastoral integratif dan kontekstual yang menghubungkan pelayanan rohani, pemberdayaan sosial, dan misi gereja dalam upaya menghadirkan pemulihan yang menyeluruh bagi orang miskin.
Copyrights © 2026