Lenci Aryani
Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan Universitas Dian Nuswantoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman Sampah Plastik dan Mikroplastik untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Praktik Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Semarang Lenci Aryani; Adian Khoironi; Eko Hartini; Fitria Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v6i1.233

Abstract

Sampah plastik menjadi masalah bagi semua makhluk hidup terutama manusia beserta lingkungannya. Sampah plastik di Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 13,98% dari total timbulan sampah nasional dengan volume diperkirakan sekitar 9,9 juta ton. Mikroplastik sendiri bisa masuk ke manusia melalui air yang diminum. Sekolah menjadi langkah pencegahan paling dasar untuk mencegah pencemaran plastic maupun mikroplastik ke dalam tubuh manusia terutama siswa di sekolah. Dalam pengabdian ini dilakukan ke siswa sekolah untuk memberikan pengetahuan dan cara berperilaku dalam pencegahan, pemanfaatan dan pemahaman tentang sampah plastik dan mikroplastik. Pelatihan dilakukan di aula Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Semarang dengan diikuti oleh 34 siswa di kelas XI 1-12. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan dalam pengisisan kuesioner pre tes dan post tes. Dalam hal Pengetahuan terdapat 6 pertanyaan yang menunjukkan adanya peningkatan hasil sebelum dan sesudah. Pada pertanyaan Pecahan polimer plastik menjadi partikel yang sangat kecil disebut degradasi melalui faktor fisika, kimia dan sosial jawaban siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu dengan jawaban salah sebelum 14 orang (41,2%) dan sesudah 22 orang (64,7%). Hasil praktik siswa terdapat 8 pertanyaan adanya peningkatan hasil sebelum dan sesudah. Pada pertanyaan Saya mendaur ulang atau menyerahkan sampah plastik ke bank sampah menunjukkan juga hasil yang siginifikan dengan jawaban selalu sebelum 8 orang (23,5%) dan sesudah 12 orang (35,3%). Kesimpulan dengan adanya edukasi dan pemahaman terhadap aspek plastik maupun mikroplastik menjadikan siswa lebih paham dengan cara pemanfaatan kembali sampah-sampah plastik dan lebih menjaga lingkungan untuk terhindar dari mikroplastik baik di air maupun dalam keseharian di lingkungan.
Petualangan Menuju Tubuh Sehat: Edukasi Gizi Seimbang, Kesehatan Gigi, Aktivitas Fisik, Dan Ergonomi Tas Melalui Media Interaktif Pada Siswa SD Negeri Krobokan Kota Semarang Lenci Aryani; Izzatul Alifah Sifai; Yuni Anjawarti; Muhammad Najib Khoerul Umam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v6i1.259

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi kesehatan siswa sekolah dasar melalui tema “Petualangan Menuju Tubuh Sehat”. Materi kegiatan mencakup kesehatan gigi, gizi seimbang berbasis Isi Piringku, aktivitas fisik, posisi duduk saat belajar, dan ergonomi penggunaan tas sekolah. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di SD Negeri Krobokan Kota Semarang dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui pengajaran menggunakan PPT, film animasi, permainan edukatif, dan poster. Peserta kegiatan berjumlah 24 siswa. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berisi delapan pertanyaan pilihan ganda. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat eksploratif. Analisis bivariat digunakan sebagai bahan refleksi program, bukan sebagai dasar klaim efektivitas intervensi penelitian. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman awal siswa sudah sangat tinggi, dengan total jawaban benar pre-test 190 dari 192 (99.0%) dan post-test 187 dari 192 (97.4%). Kategori sangat baik ditemukan pada 22 siswa (91.7%) saat pre-test dan 20 siswa (83.3%) saat post-test. Uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara skor pre-test dan post-test (p=0.180), sedangkan uji McNemar pada kategori pemahaman juga tidak bermakna (p=0.500). Analisis karakteristik menunjukkan tidak ada perbedaan kategori post-test menurut jenis kelamin (p=1.000), sedangkan usia memperlihatkan kecenderungan perbedaan namun belum bermakna secara statistik (p=0.059). Kegiatan ini terutama berperan sebagai penguatan, internalisasi, dan pengulangan pesan kesehatan melalui media yang menyenangkan. Program lanjutan disarankan berfokus pada praktik langsung, pembiasaan kelas, dan pendampingan guru agar pesan kesehatan dapat menjadi perilaku sehari-hari.