Rendahnya partisipasi pendidikan anak pada masyarakat adat Dawan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, berkaitan dengan kondisi sosial-ekonomi dan pola alokasi keuangan rumah tangga yang dipengaruhi kewajiban adat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya oko mama terhadap alokasi keuangan keluarga, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi partisipasi pendidikan anak, serta merancang model digitalisasi oko mama melalui integrasi e-wallet. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode pengembangan model konseptual. Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 24 informan, terdiri atas enam tokoh adat, sepuluh orang tua anak usia sekolah, empat pemangku kebijakan pendidikan lokal, dan empat pengguna layanan keuangan digital. Data dianalisis secara tematik melalui proses transkripsi, pengodean, pengelompokan kategori, pembentukan tema, dan penyusunan model konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oko mama tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban adat, tetapi juga mengandung modal sosial berupa kepercayaan, solidaritas, dan mekanisme penghimpunan sumber daya kolektif. Model yang dihasilkan berupa e-wallet komunitas dengan lima tahapan, yaitu pencatatan kontribusi adat secara digital, penghimpunan dana komunitas, pemisahan dana ke dalam pos adat dan pendidikan, pengawasan oleh tokoh adat dan aparat desa, serta penyaluran dana pendidikan untuk kebutuhan sekolah anak. Model ini menawarkan mekanisme pembiayaan pendidikan berbasis komunitas yang transparan tanpa menghilangkan nilai budaya lokal.