Dahlia Murni
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI DESA TANJUNG SIMPANG KECAMATAN PELANGIRAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR RIAU Dahlia Murni; Nurul Indah Sari
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 7 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v7i2.103

Abstract

Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan di indonesia. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menjadi sangat penting dalam upaya penurunan AKI. Upaya pemerintah dalam mempercepat menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi dilakukan dengan cara menjamin setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, persalinan ditolong oleh bidan atau dokter terlatih. Studi ini mengunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yaitu kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang dari objek yang menjadi responden. Penelitian dilakukan di desa tanjung simpang kecamatan pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir pada bulan Juni hingga November Tahun 2023. Partisipan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 5 orang ibu yang melahirkan di rumah, Ibu dusun, dua dari masyarakat dan keluarga di desa tanjung simpang kecamatan pelangiran kabupaten Indragiri Hilir Riau. Pemilihan partisipan mengunakan teknik snowball sampling. Dari hasil penelitian Masyarakat Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir, Riau lebih memilih melahirkan dengan bantuan dukun beranak karena faktor kepercayaan tradisi dan budaya turun-temurun, kemudahan akses, biaya yang lebih rendah, dan layanan yang lebih personal dan berkelanjutan. Sebaliknya, mereka memilih bidan untuk layanan kesehatan umum. Keterbatasan akses dan biaya tambahan membuat kurang diminati Layanan bidan untuk persalinan. The maternal mortality rate is one of the indicators of health development in Indonesia. Childbirth assistance by health workers is very important in efforts to reduce maternal mortality rates. The government's efforts to accelerate the reduction of the Maternal Mortality Rate and Infant Mortality Rate are carried out by ensuring that every mother is able to access quality maternal health services, childbirth is assisted by a trained midwife or doctor. This study uses a qualitative design with a phenomenological approach, namely the truth of something can be obtained by capturing the phenomenon or phenomenon of the object that is the respondent. The research was conducted in Tanjung Simpang Village, Pelangiran District, Indragiri Hilir Regency from June to November 2023. The participants in this study were 5 mothers who gave birth at home, hamlet mothers, two from the community and families in Tanjung Simpang village, Pelangiran district, Indragiri Hilir Regency, Riau. The selection of participants uses the snowball sampling technique. From the results of research by the Tanjung Simpang Village Community, Pelangiran District, Indragiri Hilir, Riau prefers to give birth with the help of birth shamans because of the factors of traditional and cultural beliefs, ease of access, lower costs, and more personalized and sustainable services. Instead, they choose midwives for public health services. Limited access and additional costs make midwife services for childbirth less in demand.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN DAN KECEMASAN PADA IBU PRIMIPARA PASCAPERSALINAN Dahlia Murni; Sandra Harianis; Nurul Indah Sari; Dewi Erlina Asrita Sari
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i1.112

Abstract

The postpartum period is a critical phase for mothers after childbirth, where postpartum fatigue is a common issue that can affect both physical and mental health. This fatigue is influenced by internal factors such as hormonal changes and lack of rest, as well as external factors like social support and maternal anxiety levels. This study is a Quasi-Experimental research with a Nonequivalent Time Sample Design, conducted from September to November 2024 at Gajah Mada Tembilahan Public Health Center. The respondents in this study were postpartum mothers within the working area of Gajah Mada Tembilahan Public Health Center. The sampling method used was systematic random sampling, with a total of 15 respondents. The research instrument was a questionnaire designed to assess maternal anxiety and postpartum fatigue levels. The study results showed that most respondents experiencing fatigue were aged between 28-35 years, had a high school education as their last level of education, and received primary support from their husbands. A significant proportion of mothers (67%) experienced severe fatigue, influenced by perineal pain, back pain, and prolonged labor. Additionally, more than half of the respondents (53.3%) experienced high anxiety levels. Masa nifas adalah periode kritis bagi ibu setelah melahirkan, di mana kelelahan postpartum menjadi masalah umum yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu. dipengaruhi oleh faktor internal seperti perubahan hormonal dan kurangnya istirahat, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dan tingkat kecemasan ibu Penelitian ini adalah penelitian Quasy-Experimental design dengan rancangan Nonequivalent time sample design penelitian dilakukan pada bulan September – November 2024 responden dalam penelitian ini yaitu ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gajah mada Tembilahan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan systematic random sampling dan responden dalam penelitian ini sebanyak 15 orang instrument dalam penelitian ini adalah Instrument kuesinoner untuk mengetahui tingkat kecemasaan dan kelelahan ibu pasca persalina. Dari hasil penelitian Sebagian besar ibu mengalami kelelahan signifikan (67%), yang dipengaruhi oleh faktor nyeri perineum, nyeri punggung, dan lamanya persalinan . Selain itu, lebih dari setengah responden (53,3%) mengalami kecemasan tinggi.