Dewi Erlina Asrita Sari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIFPADA NY.”R”DI KLINIK UTAMA NILAM SARITEMBILAHAN TAHUN 2023 Riska Riska; Dewi Erlina Asrita Sari
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 7 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan secara berkelanjutan dan berkualitas untukmenurunkan AKI dan AKB. Buku register Klinik Utama Nilam Sari Bulan Januari–DesemberTahun 2022, didapatkan AKI 0, AKB sebanyak 1 kematian. Mampu melaksanakan asuhankebidanan komprehensif dari kehamilan sampai KB. Metode asuhan dengan pendekatanmanajemen kebidanan varney didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Subjek asuhan ini Ny.R umur 38 tahun G4P3A0H3. ANC dilakukan sesuai standar 10T, INC kala I berlangsungselama 6 jam, kala II 30 menit, kala III 15 menit, kala IV 2 jam, tidak terdapat laserasi jalanlahir. Bayi lahir spontan, berat badan 3000 gram, panjang badan 49 cm, kunjungan neonatus 3kali. Masa nifas berjalan normal tanpa penyulit, kunjungan rumah 4 kali. Kontrasepsi yangdipilih adalah KB Pil. Dapat disimpulkan bahwa asuhan komprehensif yang diberikan padaNy.R terdapat kesenjangan antara teori dengan asuhan yang diberikan yaitu pada kehamilantidak dilakukan akupresur dikarenakan kelalaian dari pemberi asuhan, pada persalinan jugatidak dilakukan akupresur dikarenakan kondisi pasien, serta pada asuhan KB klien tetapmemilih KB Pil sebagai alat kontrasepsi walaupun ada alternatif yang lebih sesuai dengankondisi pasien. Diharapkan untuk pemberi asuhan kedepannya lebih teliti dan lebihmempersiapkan diri baik dari segi teori maupun pelaksanaan asuhan yang sesuai standar.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN DAN KECEMASAN PADA IBU PRIMIPARA PASCAPERSALINAN Dahlia Murni; Sandra Harianis; Nurul Indah Sari; Dewi Erlina Asrita Sari
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i1.112

Abstract

The postpartum period is a critical phase for mothers after childbirth, where postpartum fatigue is a common issue that can affect both physical and mental health. This fatigue is influenced by internal factors such as hormonal changes and lack of rest, as well as external factors like social support and maternal anxiety levels. This study is a Quasi-Experimental research with a Nonequivalent Time Sample Design, conducted from September to November 2024 at Gajah Mada Tembilahan Public Health Center. The respondents in this study were postpartum mothers within the working area of Gajah Mada Tembilahan Public Health Center. The sampling method used was systematic random sampling, with a total of 15 respondents. The research instrument was a questionnaire designed to assess maternal anxiety and postpartum fatigue levels. The study results showed that most respondents experiencing fatigue were aged between 28-35 years, had a high school education as their last level of education, and received primary support from their husbands. A significant proportion of mothers (67%) experienced severe fatigue, influenced by perineal pain, back pain, and prolonged labor. Additionally, more than half of the respondents (53.3%) experienced high anxiety levels. Masa nifas adalah periode kritis bagi ibu setelah melahirkan, di mana kelelahan postpartum menjadi masalah umum yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu. dipengaruhi oleh faktor internal seperti perubahan hormonal dan kurangnya istirahat, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dan tingkat kecemasan ibu Penelitian ini adalah penelitian Quasy-Experimental design dengan rancangan Nonequivalent time sample design penelitian dilakukan pada bulan September – November 2024 responden dalam penelitian ini yaitu ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gajah mada Tembilahan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan systematic random sampling dan responden dalam penelitian ini sebanyak 15 orang instrument dalam penelitian ini adalah Instrument kuesinoner untuk mengetahui tingkat kecemasaan dan kelelahan ibu pasca persalina. Dari hasil penelitian Sebagian besar ibu mengalami kelelahan signifikan (67%), yang dipengaruhi oleh faktor nyeri perineum, nyeri punggung, dan lamanya persalinan . Selain itu, lebih dari setengah responden (53,3%) mengalami kecemasan tinggi.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DIGITAL, DUKUNGAN SUAMI, DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR DI PMB DIAN RAHAYU TAHUN 2026 Ernawati; Linda Raniwati; Dewi Erlina Asrita Sari; Nurul Indah Sari
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/4whzdj32

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Namun, keikutsertaan wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA masih rendah. Literasi kesehatan digital, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan diduga menjadi faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA. Tujuan: Mengetahui hubungan literasi kesehatan digital, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di PMB Dian Rahayu Tahun 2027. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di PMB Dian Rahayu pada bulan Juni 2026. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur yang berkunjung ke PMB Dian Rahayu pada bulan Juni 2026 sebanyak 50 orang. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan digital kurang (56,0%), dukungan suami kurang mendukung (52,0%), dukungan tenaga kesehatan baik (68,0%), dan belum pernah melakukan pemeriksaan IVA (76,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan digital dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p=0,001), dukungan suami dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p=0,029). Kesimpulan: Literasi kesehatan digital, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan secara signifikan dengan keikutsertaan wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA. Peningkatan edukasi kesehatan berbasis media digital, pelibatan suami dalam promosi kesehatan reproduksi, serta penguatan peran tenaga kesehatan melalui edukasi dan konseling diharapkan dapat meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur.
DETERMINAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PMB DIAN RAHAYU, SST TAHUN 2026 Linda; Ernawati; Mia Ritasari; Dewi Erlina Asrita Sari
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/zg96r795

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan merupakan proses fisiologis yang disertai berbagai perubahan anatomis, fisiologis, hormonal, metabolik, dan psikologis. Salah satu perubahan yang paling sering dialami pada trimester pertama adalah emesis gravidarum. Secara Global Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) dalam Green Top Guidline Tahun 2024 melaporkan bahwa  sekitar 50–80% wanita hamil mengalami emesis gravidarum selama awal kehamilan, sedangkan 0,3–3% berkembang menjadi hiperemesis gravidarum. (RCOG, 2024). Angka emesis gravidarum ini terjadi 60-80% pada primigravida dan 40-60% pada multigravida. (Juwita & Sofiah, 2024). Data UPTD Puskesmas Tembilahan Hulu sebanyak 704 Ibu Hamil trimester I melakukan K1, sebanyak 513 ibu hamil mengalami emesis gravidarum. Penelitian kuantitatif oleh Juwita & Sofiyah Tahun 2024  dengan rancangan cross sectional yang dianalisis menggunakan Chi Square terhadap 41 responden, bahwa terdapat pengaruh antara faktor paritas (p-value = 0,028 dan OR = 15.500), usia (p-Value = 0,019 dan OR = 19.200), dan pekerjaan (p-Value =  0.004 dan OR = 4.038) ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 42 ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum, dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil: penelitian ini bahwa terdapat hubungan emesis gravidarum dengan umur (p-value 0,007 OR 0,14), Paritas (p-value 0,013 OR 0,19), pekerjaan (p-value 0,019 OR 0,20) dan dukungan suami (p-value 0,280 OR 0,50). Kesimpulan: Umur, paritas dan pekerjaan berhubungan secara signifikan dengan emesis gravidarum, sedangkan dukungan suami tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan emesis gravidarum. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining dan deteksi dini pada ibu hamil trimester I, khususnya pada kelompok dengan karakteristik maternal yang berisiko, sebagai upaya mencegah perkembangan emesis gravidarum menjadi kondisi yang lebih berat.