Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG ANEMIA TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI (STUDI PRE-TEST DAN POST-TEST) Roni Ardian; Ana Verena Puspa Rini; Nurtanny Nurtanny; Suharni Suharni; Abul Haitsam; Elvy Ramadani; Nabila Randenia
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.162

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi belajar, berkurangnya kebugaran fisik, menurunnya prestasi akademik, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masa kehamilan di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan mengenai anemia terhadap tingkat pengetahuan remaja putri kelas X di SMAN Tuah Gemilang, dengan jumlah responden sebanyak 37 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental melalui pendekatan one group pre-test and post-test. Tingkat pengetahuan responden diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu kurang, cukup, dan baik.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan, di mana kategori kurang menjadi 5,4%, kategori cukup 40,5%, dan kategori baik meningkat menjadi 54,1%. Analisis bivariat menggunakan uji Paired Samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p < 0,001), dengan rata-rata skor meningkat dari 62,8 pada pre-test menjadi 77,2 pada post-test. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan metode edukatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri kelas X SMAN Tuah Gemilang mengenai anemia, termasuk faktor risiko, dampak, dan langkah-langkah pencegahannya.   Anemia remains a significant public health problem among adolescent girls, primarily due to increased iron requirements during growth and blood loss during menstruation. Anemia can lead to decreased learning concentration, reduced physical fitness, lower academic achievement, and an increased risk of health problems during future pregnancies. This study aimed to assess the effect of anemia education on the knowledge level of tenth-grade adolescent girls at SMAN Tuah Gemilang, involving 37 participants who met the inclusion criteria. The study employed a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach. The level of understanding among participants was categorized into three groups: poor, moderate, and good. The results showed an improvement in knowledge after the educational intervention, with 5.4% categorized as poor, 40.5% as moderate, and 54.1% as good. Bivariate analysis using the Paired Samples t-test indicated a significant difference in knowledge levels before and after the intervention (p<0.001), with the mean score increasing from 62.8 in the pre-test to 77.2 in the post-test. These findings suggest that health education through counseling is an effective educational strategy to improve adolescent girls’ understanding of anemia, its risk factors, impacts, and prevention strategies.  
Analisis Cemaran Bakteri pada Makanan Jajanan di Kantin Sekolah Dasar Negeri Kota Jambi Siska Pratiwi; Nabila Randenia
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v4i3.1123

Abstract

Street food (makanan jajanan) sold in elementary school canteens is highly exposed to bacterial contamination due to poor food-handler hygiene and inadequate serving practices. This study analyzes bacterial contamination data from food samples sold at the canteen of State Elementary School (SDN) Jambi City directly against Indonesia's current food-safety regulation, Ministry of Health Regulation (Permenkes) Number 2 of 2023 on Environmental Health Quality Standards. A descriptive-analytic design was used, examining four snack samples (fried noodles, nasi gemuk, fish cake, and sausage) collected in the morning and afternoon, together with observation of food-handler and food-serving practices. Total plate count results showed all four samples were contaminated, with the sausage sample exceeding 10,000 colonies/gram at both sampling times, far above the microbial limits for Escherichia coli, Salmonella sp., Staphylococcus aureus, and Bacillus cereus set under the 2023 regulation. Food-handler and food-serving hygiene scores remained below the required standard. These findings, together with continuing diarrhea cases in Jambi Province, indicate the ongoing need for stricter canteen supervision and health education under the updated national food-safety framework.