Kaharuddin Kaharuddin
Institut Agama Islam Negeri Parepare, Sulawesi Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendekatan Fun Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab melalui Program Perkampungan Bahasa Arab / Implementation of the Fun Learning Approach in Arabic Language Teaching through the Arabic Language Village Programme Kaharuddin Kaharuddin; Hamzah Hamzah; Muh. Irwan; Ali Rahman; Ratni Bt Hj Bahri
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 7, NO 2 (JULI 2026): LOGHAT ARABI
Publisher : Universitas Islam DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/la.v7i2.730

Abstract

This study aims to analyse the implementation of the fun learning approach in Arabic language teaching through the Arabic Language Village Programme for first-year students of the Arabic Education Department at IAIN Parepare. Employing a descriptive qualitative approach, the study involved the Head of the Arabic Education Department, programme organisers, instructors, and student participants as research informants. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation, and were analysed using an interactive analysis model consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the implementation of fun learning is carried out through four interrelated stages: programme objectives, programme preparation, learning implementation, and programme evaluation. These stages form an integrated learning system that combines an Arabic language environment (bi'ah lughawiyyah) with various interactive learning activities, including language games, muḥādathah (conversation practice), Arabic songs, mufradāt (vocabulary enrichment), group discussions, and collaborative learning. This integration creates an active, communicative, participatory, and student-centred learning experience, contributing to the enhancement of students’ learning motivation, communicative competence, and self-confidence in using Arabic. This study proposes a conceptual implementation model of fun learning through the Arabic Language Village Programme as a practical and pedagogical framework that may serve as a reference for higher education institutions seeking to develop Arabic language instruction based on an immersive Arabic language environment (bi'ah lughawiyyah).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan fun learning dalam pembelajaran bahasa Arab melalui Program Perkampungan Bahasa Arab bagi mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, panitia pelaksana, instruktur, dan mahasiswa peserta sebagai informan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi fun learning dilaksanakan melalui empat tahapan yang saling terintegrasi, yaitu penetapan tujuan program, tahap persiapan, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. Keempat tahapan tersebut membentuk suatu sistem pembelajaran yang mengintegrasikan lingkungan berbahasa Arab (bi'ah lughawiyyah) dengan berbagai aktivitas pembelajaran interaktif, seperti permainan bahasa, muḥādatsah, lagu, pengayaan mufradāt, diskusi kelompok, dan pembelajaran kolaboratif. Integrasi tersebut menciptakan pengalaman belajar yang aktif, komunikatif, partisipatif, dan berpusat pada mahasiswa, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, keterampilan berkomunikasi, serta kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan bahasa Arab. Penelitian ini menawarkan model implementasi fun learning berbasis Program Perkampungan Bahasa Arab sebagai kontribusi konseptual yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab berbasis lingkungan bahasa (bi'ah lughawiyyah) di perguruan tinggi.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Pada Kurikulum Merdeka Belajar di MA DDI Takkalasi/ Development of Evaluation Instrument Based on Higher Order Thinking Skills in Arabic Language Learning in the Independent Learning Curriculum at MA DDI Takkalasi Najmalia Fitra; Herdah Herdah; Kaharuddin Kaharuddin; Saepudin Saepudin; Darmawati Darmawati
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 7, NO 2 (JULI 2026): LOGHAT ARABI
Publisher : Universitas Islam DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/la.v7i2.697

Abstract

This study is motivated by the need for an evaluation instrument that aligns with the learning objectives of the Independent Learning Curriculum and the competency levels of grade XI students at MA DDI Takkalasi. This study aimed to develop a Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based Arabic language evaluation instrument and examine its quality through validity, reliability, discriminating power, difficulty level, and distractor effectiveness tests. This research employed a Research and Development (R&D) approach by adapting the Borg and Gall model, consisting of needs analysis, planning, product development, testing, and revision stages. The results indicate that: (1) a HOTS-based Arabic evaluation instrument is highly needed because previous assessments were predominantly focused on Lower Order Thinking Skills (LOTS); (2) the developed prototype based on cognitive indicators C4, C5, and C6 with contextual stimuli was highly valid, with most I-CVI values ≥ 0.78 and S-CVI values ≥ 0.90; (3) field and final trials showed that multiple-choice and essay items were valid and reliable, with adequate to very good discriminating power, moderate difficulty levels, and effective distractors; and (4) the instrument demonstrated effectiveness through varied student scores and 58.3% learning completion, with high practicality from teachers (93%) and good student readability. Therefore, the developed HOTS-based evaluation instrument is feasible as a valid, reliable, effective, and practical assessment tool to support the implementation of the Merdeka Curriculum.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan terhadap instrumen evaluasi yang selaras dengan tujuan pembelajaran Kurikulum Merdeka dan tingkat kompetensi peserta didik kelas XI MA DDI Takkalasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen evaluasi bahasa Arab berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta menguji kualitasnya melalui uji validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg and Gall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, pengujian, dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) instrumen evaluasi bahasa Arab berbasis HOTS sangat dibutuhkan karena instrumen sebelumnya masih didominasi oleh kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS); (2) prototipe instrumen HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator kognitif C4, C5, dan C6 dengan stimulus kontekstual dinyatakan sangat valid, dengan sebagian besar nilai I-CVI ≥ 0,78 dan nilai S-CVI seluruh aspek ≥ 0,90; (3) hasil uji coba lapangan dan uji akhir menunjukkan bahwa seluruh butir pilihan ganda dan esai valid dan reliabel, memiliki daya pembeda yang cukup hingga sangat baik, tingkat kesukaran dominan sedang, serta fungsi pengecoh yang efektif; dan (4) instrumen terbukti efektif melalui variasi skor peserta didik dan tingkat ketuntasan belajar sebesar 58,3%, serta sangat praktis dengan tingkat kepraktisan guru sebesar 93% dan keterbacaan peserta didik dalam kategori baik hingga sangat baik. Dengan demikian, instrumen evaluasi berbasis HOTS yang dikembangkan layak digunakan sebagai alat ukur yang valid, reliabel, efektif, dan praktis untuk mendukung implementasi asesmen dalam Kurikulum Merdeka.