Muhammad Nurman
Profesi Ners, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Terapi Deep Breathing Exercise untuk Mengurangi Dyspnea pada Ny.D Dengan Stemi di Ruangan Krisan Rsud Arifin Achmad Pekanbaru Desy Ramadhani; Muhammad Nurman; Indrawati Indrawati
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v2i2.75

Abstract

Dyspnea atau sesak napas adalah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan bernapas atau merasakan napas menjadi cepat dan dangkal. ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan salah satu bentuk sindrom koroner akut yang mengindikasikan terjadinya iskemia miokard berat dan memerlukan penanganan segera. STEMI berdampak pada sistem pernapasan melalui terjadinya disfungsi ventrikel kiri yang menyebabkan kongesti paru dan edema paru akut, sehingga menimbulkan sesak napas dan hipoksemia. Penatalaksanaan non farmakologis, salah satunya dengan terapi deep breathing exercise untuk mengurangi dyspnea. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada Ny. D dengan pemberian terapi deep breathing exercise untuk mengurangi dyspnea dengan stemi di ruangan krisan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Intervensi terapi deep breathing exercise diberikan selama 3 hari sebanyak 5 kali sesi dengan durasi ±5 menit. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan pasien mengalami sesak napas (dyspnea) sebelum intervensi, kemudian setelah 3 hari dilakukan pemberian terapi deep breathing exercise, sesak napas yang dialami pasien menurun, pernapasan awal 27x/menit menjadi 21x/menit. Hal ini menunjukkan bahwa terapi deep breathing exercise dapat menurunkan dyspnea yang dialami pasien. Diharapkan pasien mengaplikasikan terapi deep breathing exercise jika mengalami sesak napas berulang.
Penerapan Terapi Range of Motion (ROM) dan Exercise Bola Karet untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Chamisyah Putri; Muhammad Nurman; Yenny Safitri
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v2i1.58

Abstract

Stroke non hemoragik adalah stroke yang terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak terhenti sebagian atau seluruhnya. Stroke non hemoragik merupakan jenis stroke yang paling umum terjadi, mencakup hampir 80% dari seluruh stroke. Gejala utama stroke non-hemoragik adalah timbulnya deficit neurologis secara tiba-tiba, didahului dengan gejala prodromal, terjadi saat istirahat atau saat bangun tidur. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk memberikan Penerapan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn. S di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pada saat pengkajian Tn. S mengeluh lemah anggota gerak sebelah kiri yang dirasakan pada lengan dan tungkai, pasien tidak bisa mengangkat lengan dan jari tangan kiri dan tungkai kiri, dan pasien juga mengalami kejang. Tanda-tanda vital Tn. S saat pengkajian tekanan darah 141/76 mmhg, Nadi: 76x/menit, RR: 23x/menit, Suhu: 36,5◦c, pasien terpasang infus Nacl 0,9%. Diruangan Krisan perawat memang sudah memberikan obat Phenytoin diazepam kapsul 100mg 3x1 untuk menenangkan syaraf ditubuh pada pasien. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan terapi range of motion dan exercise bola karet. Diharapkan bagi Tn. S dapat melakukan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk melatih peningkatan otot pasien stroke non hemoragik.
Penerapan Terapi Range of Motion (ROM) dan Exercise Bola Karet untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Chamisyah Putri; Muhammad Nurman; Yenny Safitri
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v2i1.60

Abstract

stroke yang paling umum terjadi, mencakup hampir 80% dari seluruh stroke. Gejala utama stroke non-hemoragik adalah timbulnya deficit neurologis secara tiba-tiba, didahului dengan gejala prodromal, terjadi saat istirahat atau saat bangun tidur.  Tujuan dari karya ilmiah ini untuk memberikan Penerapan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn.S di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pada saat pengkajian Tn.S mengeluh lemah anggota gerak sebelah kiri yang dirasakan pada lengan dan tungkai, pasien tidak bisa mengangkat lengan dan jari tangan kiri dan tungkai kiri, dan pasien juga mengalami kejang. Tanda-tanda vital Tn.S saat pengkajian tekanan darah 141/76 mmhg, Nadi: 76x/menit, RR: 23x/menit , Suhu: 36,5◦c, pasien terpasang infus Nacl 0,9%. Diruangan Krisan perawat memang sudah memberikan obat Phenytoin diazepam kapsul 100mg 3x1 untuk menenangkan syaraf ditubuh pada pasien. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan terapi range of motion dan exercise bola karet. Diharapkan bagi Tn.S dapat melakukan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk melatih peningkatan otot pasien stroke non hemoragik.
Penerapan Pemberian Massage Effleurage untuk Mengurangi Risiko Decubitus pada Pasien Ny. T dengan Stroke Infark di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Dina Silpia; Muhammad Nurman; Putri Eka Sudiarti
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v2i1.61

Abstract

Angka kasus stroke masih menjadi permasalahan kesehatan utama baik di negara maju maupun di Negara berkembang. Menurut World Health Organization (2022) secara global, lebih dari 12,2 juta. Pasien dengan stroke infark menyebabkan penderitanya mengalami keterbatasan mobilisasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan menyebabkan risiko terjadinya dekubitus meningkat. Salah satu tindakan yang dapat diberikan untuk mencegah hal tersebut adalah dengan penerapan massage effleurage dengan olive oil. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan penerapan pemberian massage effleurage untuk mengurangi risiko decubitus melalui asuhan keperawatan pada Ny. T dengan stroke infark di RSUD Arifin Achmad pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 16 Juni-18 Juni tahun 2025. Pada saat pengkajian kelemahan anggota gerak sebelah kiri sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit, klien kulit kering, tampak kemerahan, kulit tegang atau kaku bagian punggung. Intervensi keperawatan yang diberikan yaitu memberikan massage efflurage selama 3 hari. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan kulit lebih elastis dan kemerahan berkurang, aliran darah, menjadi lancar, punggung lebih rileks. Diharapkan kepada keluarga dapat meneruskan teknik massage effleurage dengan olive oil untuk mencegah decubitus pada pasien stroke hemoragik sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi terutama penyakit stroke.