Dea Clarissa Raestya Novari
Program Studi Pariwisata, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menghidupkan Warisan Budaya melalui Walking Tour: Interpretasi untuk Pariwisata Budaya yang Berkelanjutan Dea Clarissa Raestya Novari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 9 No. 3 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsh.v9i3.103250

Abstract

Kawasan warisan budaya sering kali memiliki banyak peninggalan bersejarah, namun minimnya sarana interpretasi membuat wisatawan kesulitan memahami makna di baliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik interpretasi dalam kegiatan walking tour di kawasan Kota Lama Surabaya berdasarkan prinsip interpretasi warisan budaya, serta menilai kontribusinya terhadap penguatan identitas kawasan, peningkatan pengalaman wisatawan, dan pengembangan pariwisata heritage yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan interpretif. Subjek penelitian ini melibatkan dua pemandu walking tour, satu pengelola, dan lima wisatawan. Metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walking tour berperan sebagai strategi interpretasi yang hidup, di mana storyteller tidak hanya memberikan informasi, melainkan menciptakan pengalaman interaktif dan emosional melalui narasi, visual, dan dialog. Praktik interpretasi ini sebagian besar telah sesuai dengan prinsip EROT (Enjoyable, Relevant, Organized, Thematic). Secara umum, temuan ini menunjukkan bahwa  walking tour berhasil memperkaya pemahaman wisatawan, memperkuat identitas kawasan, dan mendorong kesadaran konservasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa  walking tour berpotensi menjadi praktik kolaboratif yang dapat dikembangkan oleh komunitas lokal, agen perjalanan, pemerintah, dan pemilik aset untuk meningkatkan pengalaman wisatawan dan keberlanjutan pariwisata.