Dzaka Ogan Amirudin Lutfi
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Risiko Stroke Non-Hemoragik Setelah Pemberian Ketorolac Pada Pasien Dengan Proktokolitis: Laporan Kasus Dzaka Ogan Amirudin Lutfi; Niken Palupi; Titiek Hidayati
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 7, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.7.2.2025.46-56

Abstract

Latar Belakang: Stroke non-hemoragik disebabkan oleh penyumbatan arteri yang mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak, menyebabkan kematian jaringan saraf. Di Indonesia, prevalensi stroke meningkat dari 7% pada tahun 2013 menjadi 10,9% pada tahun 2018, dengan sekitar 2,1 juta penyintas. Faktor risiko utama meliputi hipertensi, diabetes, dislipidemia, obesitas, dan merokok. Obat anti-inflamasi nonsteroid seperti ketorolac diketahui dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular, termasuk stroke non-hemoragik, terutama pada pasien dengan penyakit inflamasi kronis.Kasus: Seorang pria berusia 57 tahun datang ke IGD RSUD Kota Yogyakarta dengan keluhan nyeri perut, sulit buang air besar dan buang angin sejak 3 bulan yang lalu. Kemudian pasien diberikan infus asering, injeksi ketorolac dan ranitidin. Tiga jam kemudian pasien tiba-tiba sulit diajak komunikasi, tampak linglung, sulit bicara dan sulit menggerakkan tubuh sisi kiri. MSCT Scan upper dan lower abdomen menunjukkan dolichocolon dengan proktokolitis, sedangkan CT-Scan kepala non kontras menunjukkan lesi hipodens regio oksipital kanan dengan kesan infark hiperakut. Diagnosis ditegakkan sebagai stroke non hemoragik dengan proktokolitis.Kesimpulan: Ketorolac dapat meningkatkan agregasi trombosit, vasokonstriksi, serta ketidakseimbangan prostasiklin tromboksan A2, sehingga memperbesar risiko trombosis serebral. Oleh karena itu, pemberian ketorolac harus dipertimbangkan secara hati-hati. Alternatif analgesik dengan risiko kardiovaskular dan gastrointestinal lebih rendah, serta pemantauan yang sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi serius.
Multimorbiditas pada Diabetes: Prediktor Mortalitas Pasien Rawat Inap dengan Diabetes Mellitus di RS PKU Muhammadiyah Gamping Amalia Zaida; Faturahman Fauzi Azwarjaya; Yasmina Rizqie Ichsanti; Dzaka Ogan Amirudin Lutfi; Ardi Pramono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan karakteristik hiperglikemia yang sering disertai penyakit komorbid. Komorbiditas meningkatkan kompleksitas klinis dan menjadi prediktor signifikan terhadap risiko mortalitas pasien selama perawatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis komorbid sebagai prediktor mortalitas pasien DM yang menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pengumpulan data retrospektif dari data rekam medis pasien rawat inap pada bulan Januari 2023 hingga Desember 2023. Didapatkan 105 sampel pasien DM dengan komorbid gangguan napas, sepsis, gangguan elektrolit, anemia, gangguan jantung, hipertensi, gangguan ginjal, gangguan saraf pusat, gangguan hepar dan efusi pleura. Data dianalisis menggunakan uji pearson chi square dan regresi logistik berganda. Hasil: Komorbid yang dapat menjadi prediktor mortalitas pasien DM antara lain adalah sepsis (p=0,001), gangguan pernapasan (p=0,000), gangguan ginjal (p=0,038), gangguan elektrolit (p=0,000), dan gangguan jantung(p=0,038). Sedangkan faktor resiko terbesar adalah gangguan jantung (OR=3,185). Simpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa sepsis, gangguan pernapasan, gangguan ginjal, gangguan elektrolit, dan gangguan jantung merupakan komorbiditas utama yang menjadi prediktor kuat terhadap mortalitas pasien DM dalam rawat inap.