Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Penulisan Artikel Sebagai Upaya Percepatan Karir Profesional Guru Sekolah Menengah Pertama di Kota Banjarmasin Nevy Farista Aristin; Aswin Nur Saputra; Sri Wahyuni; Rixal
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v8i2.9159

Abstract

The low understanding and ability to write articles for national journals is one of the main problems for junior high school teachers in Banjarmasin City as a partner school of the Geography Education Study Program, FKIP, Universitas Lambung Mangkurat. This will become an obstacle for teachers in developing their professional careers, so partners need training in writing scientific articles. The aim of this activity is to improve teachers' abilities in writing articles to publish them in credible national journals. The implementation method for this service activity consists of four stages: preparation, implementation, mentoring, and evaluation. This activity was attended by 35 teachers from SMP 35 Banjarmasin and 5 people as representatives from SMP 25 Banjarmasin. The results of this service showed that the teachers gave a positive response of 91%, which means that most teachers understood the material presented by the resource person during the activity. This is also supported by the enthusiasm of the teachers in actively participating in question-and-answer sessions to explore information related to writing credible national and international articles and journals.
Implementasi Program “Jumat BERSAMA” dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Desa Lok Baintan Dalam Indra Haryanto Ali; Rifa Audia; Sri Wahyuni; Ahmad Arrizki Aufa
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i1.130

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah RT.02 dan RT.03 Desa Lok Baintan Dalam masih menjadi tantangan utama yang memengaruhi kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah secara benar menjadi alasan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan edukatif dan aksi gotong royong. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan menggunakan leaflet, pelaksanaan gotong royong, dan pemasangan media edukatif berupa banner. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2024 dengan melibatkan partisipasi aktif warga dan aparat desa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan warga berdasarkan hasil pre-test dan post-test, dengan rerata nilai meningkat dari 44.00 menjadi 84.67 (p = 0.000). Kegiatan gotong royong mampu mengurangi jumlah sampah di lingkungan dan menumbuhkan solidaritas sosial. Pemasangan banner turut memperkuat pesan edukatif secara visual dan menjadi media pengingat permanen di ruang publik desa. Selain perubahan perilaku, kegiatan ini juga memunculkan tokoh lokal yang berpotensi menjadi agen perubahan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan edukatif dapat menciptakan perubahan perilaku dan transformasi sosial dalam pengelolaan sampah di tingkat komunitas.
Pengaruh Budaya Isap Buyu dalam Kepercayaan Masyarakat Kalimantan Selatan Terhadap Risiko Terjadinya Gizi Buruk Balita: The Influence of the Buyu Sucking Culture in the Beliefs of the People of South Kalimantan on the Risk of Malnutrition in Toddlers Gusti Viana Fadhina Ulfah; Raida Athaya Sary Sary; Agus Salim; Sri Wahyuni; Muhammad Irwan Setiawan
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v18i1.823

Abstract

Data Data from the World Health Organization (WHO) in 2022 shows that Indonesia ranks second in terms of the highest number of malnutrition cases among 84 countries, with a total of 812,564 infants. In South Kalimantan, based on 2020 data, the prevalence of stunting reached 11.9% and underweight infants reached 6.5%. The highest prevalence of underweight infants was found in Banjar District at 10.9%, while the highest prevalence of malnutrition reached 14.5%. Isap Buyu is a term in the beliefs of the South Kalimantan community referring to the condition of underweight infants who have difficulty gaining weight and face developmental delays. Isap Buyu is believed to be a disease caused by disturbances from supernatural beings, so its treatment often involves traditional Isap Buyu rituals. This study aims to analyze the relationship between belief in Isap Buyu and the occurrence of malnutrition in infants. The study uses a qualitative method with semi-structured interviews with four informants selected through purposive sampling. Data analysis was conducted through reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate a relationship between community beliefs about Isap Buyu and an increased risk of malnutrition in infants. These beliefs lead the community to prefer traditional treatments over healthcare services, which may worsen the infants' condition. Additionally, factors such as breastfeeding, dietary patterns, and the presence of comorbidities also contribute to the occurrence of malnutrition.   ABSTRAK Data World Health Organization (WHO) tahun 2022 mencatat Indonesia menempati urutan kedua kasus gizi buruk tertinggi dari 84 negara dengan jumlah 812.564 balita. Di Kalimantan Selatan, berdasarkan data tahun 2020 prevalensi stunting mencapai 11,9% dan balita kurus 6,5%. Kasus tertinggi balita kurus ditemukan di Kabupaten Banjar sebesar 10,9%, sedangkan kasus gizi kurang tertinggi mencapai 14,5%. Isap Buyu merupakan istilah dalam kepercayaan masyarakat Kalimantan Selatan yang merujuk pada kondisi balita kurus, sulit gemuk dan mengalami hambatan dalam tumbuh kembang. Isap Buyu dipercaya sebagai penyakit akibat gangguan makhluk halus, sehingga penanganannya sering dilakukan dengan ritual tradisional Isap Buyu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepercayaan terhadap Isap Buyu dengan kejadian gizi buruk pada balita. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara semi terstruktur terhadap 4 orang informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kepercayaan masyarakat terhadap Isap Buyu dan meningkatnya risiko gizi buruk pada balita. Kepercayaan tersebut membuat masyarakat cenderung lebih memilih pengobatan tradisional dibandingkan layanan kesehatan yang dapat memperburuk kondisi balita. Selain itu, faktor pemberian ASI, pola asupan makanan, serta adanya penyakit penyerta juga turut berkontribusi terhadap terjadinya gizi buruk.