Regina Marvina Hutasoit
Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Adiksi Smartphone dengan Kecemasan Sosial Pada Siswa-Siswi SMP Negeri 1 Kota Kupang Darling Adelaide Julietta Miha Raja; Regina Marvina Hutasoit; Nicholas Edwin Handoyo; Efrisca Meliyuita Br. Damanik
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.24753

Abstract

ABSTRACT The increasing use of smartphones among adolescents has the potential to lead to addiction, which may affect their ability to cope with social situations and trigger social anxiety. In Kupang City, smartphones serve as the primary medium for adolescents to communicate and access entertainment, resulting in high usage intensity. This condition highlights the need to examine the relationship between smartphone addiction and social anxiety among adolescents in this setting.  This study sought to examine the relationship between smartphone addiction levels and social anxiety levels among students of SMP Negeri 1 Kupang in 2025. This quantitative observational analytic study with a cross-sectional design was conducted at SMP Negeri 1 Kupang. A total of 88 students from grades VIII and IX were selected using cluster sampling. Smartphone addiction was evaluated using the Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV), whereas social anxiety was measured with Liebowitz Social Anxiety Scale–Self Report (LSAS-SR The relationship between variables was examined using Spearman’s rank correlation test at a 5% significance level (p 0.05). Smartphone addiction was predominantly in the moderate category (53.4%), while social anxiety was most frequently classified as mild (22.7%). Spearman’s rank correlation test showed a positive association of moderate strength between smartphone addiction and social anxiety (r = 0.512; p 0.001). There is a significant relationship between smartphone addiction and social anxiety among students of SMP Negeri 1 Kupang in 2025.  Keywords: Smartphone Addiction, Social Anxiety, Adolescents, Kupang City.  ABSTRAK Meningkatnya penggunaan smartphone pada remaja berpotensi menimbulkan adiksi yang dapat memengaruhi kemampuan mereka menghadapi situasi sosial, termasuk memicu kecemasan sosial. Di Kota Kupang, smartphonemenjadi media utama bagi remaja dalam berkomunikasi dan mengakses hiburan, sehingga intensitas penggunaannya cenderung tinggi. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian mengenai hubungan antara adiksi smartphone dan kecemasan sosial pada remaja di wilayah ini.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat adiksi smartphone dengan tingkat kecemasan sosial pada siswa-siswi SMP Negeri 1 Kota Kupang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik cross-sectional, yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kupang, dengan jumlah sampel 88 siswa-siswi kelas VIII dan IX dipilih dengan metode cluster sampling. Tingkat adiksi smartphone diukur menggunakan kuesioner Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) dan tingkat kecemasan sosial diukur menggunakan kuesioner Liebowitz Social Anxiety Scale–Self Report (LSAS-SR). Analisis hubungan dinilai menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan taraf signifikansi 5% (p 0,05). Tingkat adiksi smartphone didominasi kategori sedang (53,4%), sedangkan tingkat kecemasan sosial paling banyak pada kategori ringan (22,7%). Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang antara tingkat adiksi smartphone dan tingkat kecemasan sosial (r = 0,512; p0,001).  Terdapat hubungan yang signifikan antara adiksi smartphone dengan kecemasan sosial pada siswa-siswi SMP Negeri 1 Kota Kupang tahun 2025. Kata Kunci: Adiksi Smartphone, Kecemasan Sosial, Remaja, Kota  Kupang.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 Ema Cristiane Ika Dapa Taka Cristiane; Insani Fitrahuil Jannah; Syahrir Syahrir; Regina Marvina Hutasoit
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.947

Abstract

Infeksi bakteri Staphylococcus aureus masih menjadi masalah kesehatan global, terutama dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif dari bahan alam. Sabut kelapa (Cocos nucifera L.) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol sabut kelapa terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan metode difusi cakram Kirby–Bauer pada media Mueller Hinton Agar. Ekstrak etanol sabut kelapa diuji pada tujuh konsentrasi bertingkat (100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%; dan 1,56%) dengan amoksisilin sebagai kontrol positif dan akuades steril sebagai kontrol negatif. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat (mm) yang terbentuk setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene test, dan Welch ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat terhadap Staphylococcus aureus. Aktivitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 100% dengan rata-rata diameter zona hambat 23,43 mm (kategori sangat kuat), sedangkan konsentrasi lainnya berada dalam kategori kuat. Kontrol positif menunjukkan zona hambat lebih besar (36,25 mm), sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan hambatan. Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan daya hambat, menunjukkan hubungan konsentrasi–respon yang konsisten. Aktivitas antibakteri ini diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid, tanin, fenol, terpenoid, dan alkaloid yang bekerja melalui berbagai mekanisme kerusakan sel bakteri. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol sabut kelapa memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Staphylococcus aureus dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut melalui pengujian lanjutan seperti penentuan MIC, MBC, serta uji toksisitas.