Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Mahasiswa Baru Angkatan 2025 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah: Penelitian Irdawaty Izrul; Beni Hermalia; Melya Susanti; Maryeti Marwazi
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2025): Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 3 Nom
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v3i3.197

Abstract

Akne vulgaris merupakan salah satu permasalahankulit yang banyak dijumpaipada kelompokusiaremaja akhir hingga dewasa muda, termasuk pada mahasiswa baru. Kualitas tidur yang kurang baik diduga berkontribusi terhadap terjadinya akne vulgaris melalui mekanisme hormonal dan proses inflamasi. Mahasiswa baru fakultas kedokteran termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur akibat perubahan gaya hidup serta meningkatnya tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan kejadian akne vulgaris pada mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2025. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian terdiri atas 68 mahasiswa baru yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Kejadian akne vulgaris dinilai melalui lembar observasi dan dikonfirmasi secara langsung oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (88,2%) dan mengalami akne vulgaris (79,4%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas tidur dan kejadian akne vulgaris (p = 1,000). Kualitas tidur tidak berhubungan secara bermakna dengan kejadian akne vulgaris padamahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2025.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE USE OF INJECTABLE HORMONAL CONTRACEPTION AND THE INCIDENCE OF MELASMA IN WOMEN AGE 30-50 YEARS OLD AT SURANTIAH COMMUNITY HEALTH CENTER PESISIR SELATAN 2024-2025 Irma Primawati; Atiqah Risyia; Irdawaty Izrul; Fitra Deny
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1824

Abstract

Ultraviolet light exposure and hormonal imbalances have been identified as the main causes of melasma. The use of hormonal contraceptives is also suspected to be a risk factor for melasma, through an imbalance of estrogen and progesterone hormones, which triggers increased skin pigmentation. Aims of this research to determine the relationship between the use of injectable hormonal contraceptives and the incidence of melasma in women aged 30-50 years old at the Surantiah Pesisir Selatan Community Health Center in 2024-2025. This study was an observational analytic study. The accessible population was women aged 30-50 years old using 1-month and 3-month injectable contraceptives who visited the Surantiah Pesisir Selatan Community Health Center between November 2024 and July 2025. The sampling technique used was purposive sampling. Univariate data analysis was presented in the form of frequency distributions, while bivariate analysis used the chi-square test. Data processing was performed using the computerized SPSS program IBM version 25.0. The highest age was 35-39 years old, namely 18 people (26.9%), the highest use of hormonal contraceptives was injectable progestin injections (3 months), namely 46 people (68.7%), the highest incidence of melasma was mild, namely 28 people (41.8%), the highest duration of use was 1-3 years and >3 years, namely 32 people (47.8%) and there is the relationship between the use of injectable hormonal contraceptives and the incidence of melasma in women aged 30-50 years old at the Surantiah Pesisir Selatan Community Health Center in 2024-2025 (p=0.022). There is the relationship between the use of injectable hormonal contraceptives and the incidence of melasma in women age 30-50 years old at the Surantiah Pesisir Selatan Community Health Center in 2024-2025.