Sepak bola modern menuntut pemain usia muda memiliki kemampuan teknik, taktik, dan kognitif yang terintegrasi, terutama dalam membaca ruang serta mengambil keputusan menyerang. Namun, latihan Rondo konvensional sering digunakan sebatas penguasaan bola dan passing, sehingga belum sepenuhnya menstimulasi kesadaran ruang dan kreativitas menyerang pemain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan Cognitive Rondo terhadap peningkatan kesadaran ruang dan kreativitas menyerang pemain sepak bola U-17. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain pre-test post-test control group. Subjek penelitian adalah 24 pemain U-17 SSB ABS19 Kabupaten Cirebon yang dipilih menggunakan purposive sampling, kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 12 pemain, melalui ordinal pairing berdasarkan skor pre-test. Kelompok eksperimen mengikuti latihan Cognitive Rondo selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti latihan Rondo konvensional. Data dikumpulkan melalui analisis video simulasi Small-Sided Games 7v7 menggunakan Game Performance Assessment Instrument (GPAI). Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, N-Gain Score, independent samples t-test, dan Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan lebih tinggi pada kesadaran ruang (gain 2,05; 95,34%; d = 2,60) dan kreativitas menyerang (gain 1,80; 78,26%; d = 1,94) dibandingkan kelompok kontrol. Nilai signifikansi kedua variabel adalah p < 0,001. Disimpulkan bahwa Cognitive Rondo efektif meningkatkan kesadaran ruang dan kreativitas menyerang pemain U-17 secara signifikan, praktis, dan relevan untuk pembinaan sepak bola usia muda berbasis kognitif di tingkat akademi lokal.