Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Pasien CKD stadium V yang menjalani hemodialisis sering mengalami keletihan akibat anemia yang disebabkan oleh penurunan produksi eritropoietin. Keletihan yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan ketergantungan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan paliatif pada pasien CKD stage V dengan masalah keletihan melalui intervensi manajemen energi serta kolaborasi pemberian tranfusi darah PRC dan doa. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang pasien laki-laki (Tn.S) di RS PKU Muhammadiyah Gamping pada Januari 2026. subjek dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria inklusi pasien CKD stage V yang mengalami keletihan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan rekam medis. Asuhan keperawatan diberikan selama 3x8 jam mencakup pengkajian hingga evaluasi berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI. Hasil: Hasil pengkajian awal awal menunjukkan pasien mengeluh mudah letih dengan skor ESAS tired pada skala 5 (sedang) dan kadar hemoglobin 8.9 g/dL. Intervensi yang dilakukan meliputi manajemen energi dan kolaborasi pemberian tranfusi PRC serta folic acid. Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x8 jam, pasien melaporkan rasa lemas berkurang, skor ESAS tired menurun menjadi 2 (ringan), verbalisasi lelah menurun, dan kemampuan aktivitas rutin meningkat. Kesimpulan: :Intervensi manajemen energi yang dikombinasikan dengan kolaborasi farmakologis terbukti efektif menurunkan tingkat keletihan pada pasien. Pemberian tranfusi PRC dan folic acid berperan dalam mengatasi anemia yang menjadi faktor utama penyebab keletihan pada pasien CKD. Pendekatan holistik dan kolaboratif ini mendukung tercapainya tujuan perawatan paliatif, yaitu peningkatan kualitas hidup pasien secara menyelutuh