Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah paradigma interaksi sosial dan proses pembelajaran di tingkat sekolah menengah. SMP Islam Darul Hasan di Tangerang memiliki potensi besar dalam pemanfaatan teknologi, namun menghadapi kerentanan terhadap dampak negatif dunia maya seperti cyberbullying, paparan konten negatif, dan kecanduan media sosial. Diperlukan pendekatan yang mengintegrasikan literasi digital dengan nilai-nilai akhlakul karimah untuk membangun kesadaran siswa terhadap pemanfaatan internet secara sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode partisipatif melalui empat tahapan: analisis situasi, sosialisasi dan lokakarya interaktif, pembentukan Agen Literasi Digital, serta monitoring dan evaluasi. Workshop dilaksanakan selama tiga jam melibatkan siswa SMP Islam Darul Hasan dengan pendekatan ceramah interaktif, Focus Group Discussion, dan simulasi praktis. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert terhadap 30 responden. Hasil umpan balik menunjukkan 86,7% responden memberikan penilaian Setuju dan Sangat Setuju terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan, dengan apresiasi tertinggi pada harapan keberlanjutan program sebesar 93,3%. Kejelasan materi memperoleh penilaian positif dari 90% responden. Hanya 2,0% yang menyatakan Tidak Setuju. Metode partisipatif yang mengintegrasikan nilai-nilai akhlakul karimah dengan literasi digital terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Pembentukan Agen Internet Sehat sebagai peer educator menjamin keberlanjutan program, sementara modul literasi digital yang dihasilkan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pembinaan rutin sekolah.