Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Historical-Philological Reassessment of Al-Arba'ūna fi Al-Tasawwuf and Its Contribution to Early Sufi Engagements with Hadith Muhammad Royyan Faqih Azhary; Ahmad Firdaus; M. Hazim; Achmad Roziqi; Advan Navis Zubaidi
JURNAL AT-TURAS Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v12i4.13352

Abstract

This study analyzes the epistemological intersection between Sufism and Hadith Science through an in-depth examination of the work of Abū ‘Abd al-Raḥmān al-Sulamī, al-Arbaʿūn fī al-Taṣawwuf. Using a historical-philological method, the research reveals the mechanism of the "methodological dialogue" initiated by al-Sulamī, which seeks to reconcile the authority of hadith transmission (naql) with the spiritual epistemology of Sufism (kashf). Empirical philological findings indicate that the majority of hadiths in this collection are of weak (ḍaʿīf) or even fabricated (mawḍūʿ) status, yet doctrinally, al-Sulamī strategically employs them to construct a Sufi ethical-spiritual foundation centered on the concepts of zuhud, maḥabbah, and maʿrifah. This study clearly distinguishes between the findings of problematic sanad authenticity and al-Sulamī's interpretative claims that validate hadith through the alignment of meaning (ṣiḥḥat al-maʿnā) and spiritual considerations. The resulting epistemological insight demonstrates that this work is not merely a harmonious reconciliation, but rather a negotiation arena reflecting the creative tension between the historical-textual authority of the muhaddithūn and the inner experiential authority of the Sufis within the medieval Islamic intellectual tradition.
LITERASI PEREMPUAN BERBASIS MAQASID SYARI'AH DI MA'HAD ALY INDONESIA: SINTESIS DINAMISME 'ILLAT KH. HASYIM ASY'ARI DAN IHTIYATH KH. ABDULLAH BIN YASIN DALAM FIQH MUAMALAH AL-MALIYYAH Muhammad Royyan Faqih Azhary; Agus Afandi; Ahmad ‘Ubaydi Hasbillah; Moh. Nailul Muna; Muhammad Satria Kamal
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1745

Abstract

Penelitian ini mengkaji sintesis pemikiran KH. M. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdullah bin Yasin dalam memahami hadis tentang pengajaran menulis bagi perempuan serta implementasinya di Ma'had Aly Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) di Pesantren Tebuireng, Pesantren Salafiyah Pasuruan, dan lima Ma'had Aly, penelitian ini menganalisis argumentasi fikih kedua tokoh melalui kritik hadis terintegrasi (sanad dan matan) serta analisis 'illat dan maqasid. Data dikumpulkan melalui dokumentasi naskah klasik, wawancara mendalam dengan alumni pesantren dan Ma'had Aly, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan epistemologis mendasar: KH. Hasyim menggunakan pendekatan kontekstual-maqasidi dengan prinsip "al-hukmu yadūru ma'a 'illatihi", sehingga hukum pengajaran menulis bagi perempuan bersifat gradatif (boleh, sunah, makruh, haram, wajib) tergantung ada-tidaknya 'illat khauf al-mafasid. Sementara KH. Abdullah menggunakan pendekatan tekstual dengan prinsip "al-mafhūm lā yaruddu al-ṣarīḥ", menetapkan hukum asal sebagai karahah. Analisis kritik hadis menunjukkan kelemahan sanad hadis utama, sementara analisis matan menguatkan pendekatan berbasis 'illat. Sintesis dinamis 'illat KH. Hasyim dan ihtiyath KH. Abdullah menghasilkan model literasi perempuan yang responsif dan bertanggung jawab, di mana akses dan konten digital difilter (ihtiyath) namun mahasantri tetap diwajibkan mempublikasikan karya ilmiah (dinamisme). Model ini efektif diimplementasikan di Ma'had Aly dan relevan sebagai kerangka fiqh muamalah maliyyah di era milenial, sekaligus menjadi kontra-narasi terhadap ekstremisme tekstual yang melarang perempuan mengakses pendidikan.