nelayan di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Variabel independen yang diteliti meliputi biaya operasional, jam kerja melaut, dan modernisasi alat tangkap, sedangkan variabel dependen adalah pendapatan nelayan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 90 nelayan yang dipilih menggunakan teknik sampling Slovin. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, disertai uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi biaya yang dikeluarkan, maka pendapatan bersih nelayan cenderung menurun. Sementara itu, jam kerja melaut dan modernisasi alat tangkap berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan, yang berarti peningkatan intensitas kerja serta penggunaan alat tangkap yang lebih modern mampu meningkatkan hasil dan pendapatan nelayan. Secara simultan, biaya operasional, jam kerja melaut, dan modernisasi alat tangkap berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan di Pulau Bungin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian ekonomi perikanan serta menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pemberdayaan nelayan yang berorientasi pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.