Puasa adalah salah satu praktik utama dalam agama Islam yang memiliki posisi penting. Tidak hanya sebagai ritual yang harus dilaksanakan, namun juga sebagai cara untuk pengembangan spiritual, moral, dan kesehatan seseorang. Sayangnya, dalam pelaksanaannya sering kali dilihat hanya sebagai tindakan menahan lapar dan haus, tanpa pemahaman tentang makna dan tujuan yang lebih dalam. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dan tujuan puasa dalam Islam berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, serta interpretasi dari para ulama, seraya menganalisis nilai-nilai pendidikan dan manfaat kesehatan yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kajian kepustakaan, yakni dengan mempelajari sumber-sumber utama seperti Al-Qur'an dan Hadis, serta sumber pendukung berupa kitab tafsir, karya ilmiah, dan buku dari para ulama yang berkaitan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran berperan besar dalam pembentukan karakter dan pengendalian diri. Hal ini diwujudkan dalam nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, disiplin, dan rasa kepedulian terhadap sesama. Selain itu, puasa juga membawa keuntungan untuk kesehatan tubuh, misalnya dalam mengatur metabolisme, meningkatkan fungsi pencernaan, dan mendukung keseimbangan baik fisik maupun mental. Di era modern ini, yang dibarengi dengan gaya hidup yang berlebihan, tekanan mental, dan krisis etika, nilai-nilai ibadah puasa tetap penting dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, puasa seharusnya dipahami dan dijalankan secara menyeluruh agar dapat memberikan efek positif yang berkelanjutan bagi individu serta masyarakat.