Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation Needs of Planting Water Using Cropwat Software at Darung Secondary Channel in Prawiro Kepolo Irrigation Area, Indramayu District Mangambit Juliandar Simanjuntak; Mahdika Putra Nanda
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol. 10 No. 1 (2025): EDISI MARET 2025
Publisher : UNITRI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v10i1.6473

Abstract

This study evaluates the availability and water needs in the Darung Secondary Channel (MG1-MG7) in the Prawiro Kepolo Irrigation Area, Indramayu District, during the second planting season. The water availability at the Darung Secondary Channel (DR) intake was calculated using the F.J. Mock method. In contrast, the water requirement in seven plots of mangosteen channel (MG1-MG7) was calculated by Cropwat simulation. Semi-monthly discharge data for 12 years is analyzed to determine the flagship discharge. The F.J. Mock method calculation results are 0.28 m³/second, and the field network data is 1.55 m³/second. So, the total availability of DR intake is 1.83 m³/second. The results of the Cropwat simulation show that the maximum water requirement in MG1-MG7 is 2.01 m³/second, resulting in a deficit of 0.18 m³/second. These findings confirm the need to optimize water in the deficit mangosteen channel. Recommendations include modernizing irrigation infrastructure and applying precision irrigation technology based on plants' needs. These measures are expected to improve water use efficiency and support agricultural productivity sustainability in the study area.
Analisis Pengendalian Genangan Pada Sistem Drainase Perkotaan Menggunakan Environmental Protection Agency Storm Water Management Model Sunaryo Sunaryo; Hamdani Abdulgani; Mangambit Juliandar Simanjuntak
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v12i1.325

Abstract

Genangan dan banjir di kawasan permukiman Kelurahan Lemah Mekar, Kabupaten Indramayu, disebabkan oleh ketidakmampuan sistem drainase eksisting menampung debit limpasan air hujan, terutama pada kondisi hujan ekstrem. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas saluran drainase eksisting serta merumuskan alternatif penanganan genangan melalui pendekatan drainase berkelanjutan. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan Metode Gumbel terhadap data curah hujan 11 tahun (2009–2019) dari Stasiun Hujan Indramayu, dengan perhitungan debit banjir rencana mengacu pada SNI 2415-2016 untuk kala ulang 5, 10, 25, dan 50 tahun. Dimensi saluran eksisting hasil survei lapangan dimodelkan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM untuk membandingkan kapasitas saluran terhadap debit rencana serta mengidentifikasi potensi genangan. Hasil analisis menunjukkan intensitas hujan rencana meningkat dari 281,869 mm/jam (5 tahun) hingga 430,642 mm/jam (50 tahun), dengan debit rencana mencapai 332,812–508,472 m³/detik, sementara kapasitas saluran eksisting hanya berkisar 0,0003–0,4476 m³/s. Simulasi SWMM mengonfirmasi bahwa sebagian besar dari 16 sub-catchment berpotensi mengalami genangan lebih dari 400 mm pada kala ulang 50 tahun, dengan titik tertinggi di Sub-catchment BDI2 (404,07 mm). Sebagai solusi, diusulkan redimensi saluran dari 0,5×1 meter menjadi 1×1 meter dikombinasikan dengan pembangunan dua kolam retensi berukuran 40×40 meter berkedalaman 2 meter. Hasil simulasi pasca-intervensi menunjukkan penurunan elevasi muka air serta hilangnya status luapan pada seluruh titik kritis, membuktikan efektivitas kombinasi peningkatan kapasitas saluran dan penyediaan ruang tampungan air sebagai strategi mitigasi banjir yang berkelanjutan