Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Menpengaruhi Hasil Belajar Mata Kuliah Alat Berat Dan Pemindahan Tanah Mekanis Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan FT UNP Mega Kurniawati; Mahdika Putra Nanda; An Arizal
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v14i2.272

Abstract

Learning is a process of interaction between the delivery of the message to the recipient via the media messenger. Lessons take place effectively and efficiently will result in maximum learning results. Factors that affect learning outcomes are individual factors include the physical and spiritual conditions of students, and students of environmental conditions around, social and non-social, as well as the factor of learning approach. Factor approach to learning was an attempt by both teachers and students that includes strategies and methods in the learning process. Based on the observation of the learning process at SMK 5 of Padang found more teachers dominate the classroom, so that active students in the classroom is not visible. Low student learning outcomes SMK 5 of Padang caused by various factors. One of these students are less actively involved in the learning process. Statics studies more are understanding the concepts and formulas, requires an understanding of older students with exercises that much. By using the expository method, the dominance of teachers more reduced. Guided Note Taking is studies active students who can assist in the learning process so that students can be independent in understanding and being able to build his own knowledge. This study aims to determine differences in the results of class X student TGB1-A SMK 5 of Padang after the application of the expository method using Guided Note Taking a class X TKB-A which uses conventional learning. This research uses research Quasi-Experimental (quasi-experiment). This type of research design Pretest-Posttest Control Group Design. Pre-test conducted before implementing learning to know the students' prior knowledge. After application of the expository method using a guided note taking increased learning outcomes in the experimental group compared with the control group.
ANALISIS LIFE CYCLE COST PADA PENERAPAN KONSEP GREEN BUILDING UNTUK MEWUJUDKAN EFISIENSI ANGGARAN PUBLIK : STUDI KASUS PEMBANGUNAN RUMAH DINAS Mahdika Putra Nanda; Mega Kurniawati
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2026): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i1.9405

Abstract

Pembangunan rumah dinas sebagai aset publik pemerintah selama ini hanya mempertimbangkan biaya konstruksi awal (initial cost) tanpa memperhitungkan biaya jangka panjang. Pendekatan ini berpotensi mengakibatkan inefisiensi anggaran publik karena biaya operasional dan pemeliharaan yang tinggi sepanjang umur bangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis Life Cycle Cost (LCC) pada tiga skenario penerapan konsep green building dalam pembangunan rumah dinas guna mewujudkan efisiensi anggaran publik. Data primer bersumber dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan rumah dinas dua lantai senilai Rp 2,235 miliar. Analisis LCC dilakukan selama 30 tahun dengan discount rate 6%. Hasil analisis menunjukkan Skenario Green Building Dasar menghemat 11,07% dan Skenario Green Building Optimal menghemat 16,47% dari total LCC dibandingkan skenario konvensional. Break-even period dicapai pada tahun ke-18 dan ke-22, yang semakin memendek seiring kenaikan harga energi. Temuan ini menegaskan bahwa investasi green building pada rumah dinas merupakan strategi efisiensi anggaran publik jangka panjang yang terukur dan berbasis bukti
Evaluation Needs of Planting Water Using Cropwat Software at Darung Secondary Channel in Prawiro Kepolo Irrigation Area, Indramayu District Mangambit Juliandar Simanjuntak; Mahdika Putra Nanda
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 10, No 1 (2025): EDISI MARET 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v10i1.6473

Abstract

This study evaluates the availability and water needs in the Darung Secondary Channel (MG1-MG7) in the Prawiro Kepolo Irrigation Area, Indramayu District, during the second planting season. The water availability at the Darung Secondary Channel (DR) intake was calculated using the F.J. Mock method. In contrast, the water requirement in seven plots of mangosteen channel (MG1-MG7) was calculated by Cropwat simulation. Semi-monthly discharge data for 12 years is analyzed to determine the flagship discharge. The F.J. Mock method calculation results are 0.28 m³/second, and the field network data is 1.55 m³/second. So, the total availability of DR intake is 1.83 m³/second. The results of the Cropwat simulation show that the maximum water requirement in MG1-MG7 is 2.01 m³/second, resulting in a deficit of 0.18 m³/second. These findings confirm the need to optimize water in the deficit mangosteen channel. Recommendations include modernizing irrigation infrastructure and applying precision irrigation technology based on plants' needs. These measures are expected to improve water use efficiency and support agricultural productivity sustainability in the study area.
REDESAIN GEDUNG FITNESS MULTILANTAI DENGAN STRUKTUR BAJA Mahdika Putra Nanda; Fadly
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v9i1.294

Abstract

Kebutuhan akan fasilitas kebugaran dan kesehatan semakin meningkat di masyarakat modern. Dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, keberadaan fitness center menjadi suatu kebutuhan. Dalam perencanaan struktural, pemilihan konstruksi baja sebagai materi utama memiliki pertimbangan efisiensi dan kekuatan. Dengan lantai setinggi 4 meter, memastikan kestabilan dan keamanan struktur menjadi fokus utama Dalam perencanaan gedung fitness center ini, struktur bangunan didesain dengan cermat untuk memastikan keamanan dan kekokohannya. Bangunan ini menggunakan konstruksi baja pada setiap lantainya, dengan tinggi setiap lantai mencapai 4 meter. Kolom yang digunakan memiliki dimensi H-Beam 600.600.18.38, sedangkan balok menggunakan IWF 600.300.10.16. Sambungan antar elemen struktur menggunakan jenis baut A-325 dengan diameter Ø16. Pada lantai 1 sampai lantai 4, plat lantai memiliki ketebalan 12 cm, sedangkan plat atap memiliki ketebalan 10 cm. Pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang dengan kedalaman 12 meter, diameter tiang pancang 40 cm, jarak antar tiang pancang 80 cm, dan jarak tiang pancang ke tepi beton 40 cm. Dimensi pile-cap yang digunakan adalah 140 x 140 cm. Dalam perencanaan desain, pembebanan yang diterapkan melibatkan beban mati dan beban hidup, mengacu pada standar SNI – 1729 – 2020 Baja Struktural, SNI – 1727 – 2020 Pembebanan, serta SNI – 1726 – 2019 Gempa. Setelah dilakukan pemodelan desain gedung, nilai Pn dan Pu pada struktur kolom dan balok memenuhi syarat keamanan, dengan Pn > Pu. Nilai Pn pada pondasi tiang pancang juga memenuhi syarat keamanan dengan Pn > Pu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perencanaan dan desain bangunan fitness center ini sesuai dengan standar perencanaan struktural yang berlaku
METODE PEKERJAAN BOX CULVERT UNTUK DRAINASE PERKOTAAN YANG BERKELANJUTAN Mahdika Putra Nanda; Mega Kurniawati
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v9i2.296

Abstract

Proses pelaksanaan proyek konstruksi merupakan tantangan kompleks yang melibatkan berbagai faktor dan aspek sulit diprediksi. Untuk memastikan keberhasilan dan ketaatan pada jadwal, partisipasi aktif para ahli di bidangnya diperlukan. Penyusunan jadwal proyek konstruksi menjadi aspek krusial yang membutuhkan perencanaan teliti guna menyelesaikan proyek sesuai target waktu dan anggaran. Pekerjaan pembangunan box culvert dalam konteks drainase perkotaan berkelanjutan melibatkan serangkaian tahapan terencana dengan cermat. Mulai dari pengukuran setting out di lapangan hingga pekerjaan site clearing untuk membersihkan area, tahap awal menjadi landasan bagi kelancaran proyek. Proses struktural dimulai dengan pekerjaan galian struktur dan blinding stone untuk menciptakan landasan kuat. Cor lean concrete membentuk dasar yang kokoh, sementara pembesian dan bekisting bottom slab menentukan struktur dasar box culvert sebelum pengecoran. Proses ini diikuti oleh cor bottom box culvert dan pembangunan dinding serta platform sebagai penyangga. Ketelitian dalam pembesian dan bekisting diperlukan pada setiap langkah. Tahap penutup melibatkan pekerjaan timbunan untuk menutup dan menyelesaikan konstruksi box culvert. Dengan metode ini, drainase perkotaan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan proyek infrastruktur perkotaan. Keseluruhan proses ini menggarisbawahi pentingnya perencanaan, ketelitian, dan keterlibatan ahli untuk mencapai tujuan proyek konstruksi secara efisien dan berkelanjutan
PERUBAHAN DESAIN BANGUNAN GEDUNG 4 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN KONSTRUKSI BETON Komarudin Komarudin; Luki Adhar; Mahdika Putra Nanda
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v9i2.302

Abstract

Perubahan desain bangunan gedung empat lantai di Pandeglang menggunakan atap dak beton sebagai struktur penutup. Pelat lantai menerapkan tipe pelat satu arah dengan ketebalan seragam 120 mm, didasarkan pada area pelat terbesar berukuran 5 m x 3 m. Dalam perencanaan gedung, digunakan dua tipe balok: Balok-l (300/600 mm) dan Balok-2 (200/400 mm). Kolom mengusung dimensi 500/500 mm dengan 16 tulangan. Pondasi terdiri dari tiang pancang dan pile cap dengan tiang berdiameter 50 cm, pile cap setebal 70 cm, dan kedalaman tanam tiang mencapai 5,2 meter. Kolom dengan beban terbesar ditopang oleh 2 tiang pancang dan mengalami penurunan 24,27 mm, masih dalam batas aman (50 mm). Dengan demikian, kesimpulan mencakup aspek-atap, pelat lantai, balok, kolom, dan pondasi, memberikan gambaran komprehensif tentang struktur gedung tersebut
Optimasi Rencana Pemasangan Bronjong Dan Geoteksil Non-Woven Pada Saluran Sekunder Sangkal Putung, Daerah Irigasi Sempor Kebumen Lailatul Azqiyah; Mahdika Putra Nanda
CRANE: Civil Engineering Research Journal Vol 5 No 2 (2024): CRANE
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/crane.v5i2.12431

Abstract

Pemasangan bronjong dan geotekstil non-woven di saluran irigasi Sangkal Putung Daerah Irigasi Sempor adalah langkah yang signifikan dalam meningkatkan kinerja serta keandalan sistem irigasi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rencana pemasangan bronjong dan geotekstil non-woven yang efisien serta meningkatkan efektivitas sistem irigasi di Daerah Irigasi Sempor. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melibatkan perhitungan kebutuhan material berdasarkan desain teknis proyek dan analisis faktor keamanan (safety factor) dengan mempertimbangkan beban-beban yang bekerja pada struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume lapis bronjong yang dibutuhkan adalah 947,942 m3, sementara luas geotekstil non-woven untuk perlindungan dan stabilitas saluran adalah 731,568 m². Faktor keamanan yang diperoleh sebesar 24,95, jauh di atas nilai minimal 1 yang dipersyaratkan. Nilai ini mengindikasikan bahwa struktur bronjong memiliki margin keamanan yang sangat tinggi terhadap penggulingan. Hasil ini mencerminkan praktik manajemen konstruksi yang unggul dalam proyek pemasangan bronjong dan geotekstil non-woven pada saluran Sekunder Sangkal Putung Daerah Irigasi Sempor.