Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Konten Televisi Universitas Gunadarma sebagai Media Edukasi dan Hiburan Pasca Analog Switch Off Rida Anjani
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i2.262

Abstract

Pasca pelaksanaan Analog Switch Off (ASO) di Indonesia, televisi digital menjadi salah satu media utama dalam penyebaran informasi dan hiburan bagi masyarakat. Universitas Gunadarma Televisi (UGTV) sebagai stasiun televisi pendidikan menghadapi tantangan untuk tetap relevan dan menarik di era digital. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi inovasi konten yang diterapkan UGTV dalam perannya sebagai dan media edukasi sekaligus hiburan. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Difusi Inovasi dan Teori Determinisme Teknologi. Teknologi dan ide menyebar dalam suatu masyarakat atau sistem sosial. UGTV sebagai media pendidikan pasca-ASO dapat dilihat melalui proses adopsi teknologi digital baru serta bagaimana konten inovatifnya diterima oleh audiens. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap beberapa key informant. Penelitian ini menganalisis strategi konten yang dikembangkan oleh UGTV, termasuk diversifikasi program, penggunaan teknologi digital interaktif, serta kolaborasi dengan institusi pendidikan dan kreator konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi konten UGTV pasca-ASO didorong oleh perubahan teknologi yang memungkinkan penyampaian program lebih interaktif, relevan, dan dapat diakses secara luas. Teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai media, tetapi juga sebagai kekuatan pengubah yang mendorong UGTV untuk beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat akan informasi yang edukatif dan hiburan yang bermanfaat. Dengan mengintegrasikan teori determinisme teknologi, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan UGTV sebagai televisi pendidikan di era digital sangat bergantung pada bagaimana teknologi memengaruhi dan membentuk arah perkembangan konten yang disajikan.
Peran Fitur Monetisasi Facebook dalam Mentransformasi Ibu Rumah Tangga Menjadi Konten Kreator Rida Anjani; Reza Ardian Hidayat
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.280

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah posisi pengguna dari konsumen pasif menjadi produsen konten aktif (prosumer), terutama melalui kehadiran fitur monetisasi platform. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fitur monetisasi Facebook dalam mentransformasi peran ibu rumah tangga (IRT) dari pengguna konsumtif menjadi konten kreator, serta menjelaskan perubahan ekologi media Facebook yang mendukung transformasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat IRT yang telah memonetisasi akun Facebook serta observasi terhadap aktivitas konten pada akun mereka. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur monetisasi seperti Iklan Reels, Bonus, Bintang, dan Langganan berperan sebagai pemicu transformasi karena menghadirkan insentif ekonomi, orientasi produksi konten, serta pola interaksi baru dengan audiens. Selain itu, kehadiran dasbor profesional, data analitik, alat kreator, dan komunitas sesama kreator mempercepat pembentukan keterampilan digital IRT. Temuan ini menegaskan bahwa Facebook tidak hanya berfungsi sebagai saluran komunikasi, tetapi sebagai lingkungan media yang membentuk perilaku, strategi, dan relasi sosial- ekonomi penggunanya. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat relevansi perspektif ekologi media dalam membaca transformasi peran pengguna pada platform digital. Secara praktis, temuan ini menunjukkan potensi media sosial sebagai ruang pemberdayaan ekonomi bagi perempuan di ranah domestik.