Fairus
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integration of Multicultural Counseling Theories, Community Assets and Intercultural Communication in Empowering Coastal Children Jarnawi; Fairus; Arif Ramdan Sulaeman; Fakhri; Nursaady Ibrahim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8501

Abstract

Empowering coastal children is a complex developmental challenge requiring strategies that address psychological, social, and cultural dimensions within maritime communities. This systematic literature review examined how multicultural counseling, community asset development, and intercultural communication can enhance empowerment strategies. A systematic screening of academic databases over ten years yielded ten relevant studies from an initial 306 articles using strict inclusion criteria. Analysis identified convergence across three key dimensions: culturally sensitive pedagogical approaches, mobilization of community assets through linking resources and raising awareness of local capabilities, and universal communication patterns that transcend cultural boundaries. The integrative model highlighted the effectiveness of peer-led programs and experiential learning in promoting empowerment. Findings indicate that combining multicultural counseling principles, strategic community resource use, and intercultural communication creates a robust framework for coastal children’s development. This approach ensures cultural responsiveness while maintaining universal developmental principles, providing practical, evidence-based guidance for holistic empowerment interventions in diverse maritime settings. Keywords: coastal child empowerment, multicultural counseling, community assets
Analisis Semiotika Body Shaming Dalam Film Imperfect: Karir, Cinta, Dan Timbangan Perspektif Islam Julidar; Baharuddin AR; Fairus
Sadida Islamic Communications and Media Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Sadida: Islamic Communication and Media Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film Imperfect: Karir, Cinta, dan Timbangan adalah sebuah bentuk kritik atas isu body shaming yang ada di Indonesia. Film ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat supaya lebih mencintai diri sendiri dan menghargai fisik sesama dengan tidak menghakimi perbedaan fisik orang lain. Body shaming sering menjadi sebuah lelucon dalam pergaulan bahkan di lingkungan keluarga, pertemanan, pekerjaan bahkan sosial media menjadi salah satu alat penyebar kebencian berupa tindakan body shaming. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui makna denotasi dan konotasi terhadap body shaming pada film Imperfect dan untuk mengetahui analisis semiotika perspektif Islam terhadap body shaming dalam film Imperfect. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika milik Roland Barthes yang dilihat dari denotasi dan konotasi. Teori semiotika milik Barthes digunakan untuk memahami body shaming yang terdapat pada film Imperfect. Hasil penelitian menunjukkan adanya body shaming pada film Imperfect yang dilakukan secara verbal dan nonverbal. Bentuk body shaming verbal, dalam film Imperfect ditandai dengan penghinaan ukuran tubuh, menghina warna kulit, dan memberi saran berpakain pada orang lain. Body shaming secara nonverbal ditandai dengan tindakan seperti: (tatapan sinis, menertawakan, ekspresi terkejut karena perubahan fisik seseorang, dan berbisik-bisik). Jika dikaitkan dengan perspektif Islam, body shaming yang dilakukan secara verbal dan nonverbal merupakan sebuah perilaku yang sangat tercela.